untuk melihat download disini
Jumat, 02 Desember 2011
budidaya ikan bawal 0 komentar
Budidaya Ikan Bawal Air Tawar
Desember 27, 2007 in budidaya
5 Votes
http://dinaskukm.jakarta.go.id/info.php?id=5
- PENDAHULUAN
- PERSIAPAN KOLAM
- PEMILIHAN DAN PENEBARAN BENIH.
- KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN
- PEMUNGUTAN HASIL
beternak kerbau 2 komentar
Ternak kerbau sudah dipelihara petani Indonesia dari dahulu kala untuk berbagai tujuan, terutama sebagai sumber tenaga untuk pengolahan tanah dan alat transportasi. Ternak dipelihara dengan cara ekstensif dengan pemberian pakan hijauan dari rumput dengan cara penggembalaan maupun dengan mencari rumput dan memberikannya pada ternak.
Data tahun 2001 menunjukkan bahwa populasi ternak sapi di Indonesia diperkirakan berjumlah 10,5 juta, dimana jumlahnya tidak pernah meningkat sejak tahun 1985. Sedangkan populasi ternak kerbau malahan menurun drastis dari 3,3 juta ekor pada tahun 1985 dan menjadi hanya 2,4 juta ekor di tahun 2001. Pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi telah mendorong terjadinya perubahan pola konsumsi masyarakat dimana konsumsi peternakan baik berupa daging, telor dan susu meningkat dengan laju yang cukup tinggi, yakni di atas 5% per tahun untuk masa 20 tahun mendatang. Namun fakta menunjukkan bahwa kemampuan peternakan dalam negeri belum bisa diandalkan untuk memenuhi permintaan konsumen dalam negeri. Indonesia yang semula dikenal sebagai pengekspor daging pada era tahun 1970-an, telah menjadi net impor pada tahun 1980-an.
Top Pencarian
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
- Jumlah Kapasitas Produksi Susu
- Sanitasi dan Kesehatan Ternak
- Cara Pemberian Pakan Metode Feedlot
- Metode Pemerahan Susu Pada Sapi
- Komposisi Nutrisi Pakan Ternak
- Makalah Tentang Ilmu Tilik Ternak
- Manfaat Contract Farming
- Peran Teknologi Dalam Perbaikan Mutu Sapi
- Metode Pemeliharaan dan Penggemukan Sapi Potong (Sapi Bali)
- Jenis Hewan Langkah di Dunia
Menurut sejarah perkembangan domestikasi, ternak kerbau yang berkembang di seluruh dunia berasal dari daerah sekitar India. Pada dasarnya ternak kerbau digunakan sebagai ternak kerja, selanjutnya untuk penghasil daging dan juga penghasil susu. Ternak kerbau diklasifikasi sebagai kerbau sungai dan kerbau Lumpur.
Perkembangan Kerbau Indonesia
Di Indonesia lebih banyak terdapat kerbau Lumpur dan hanya sedikit terdapat kerbau sungai di Sumatera Utara yaitu kerbau Murrah yang dipelihara oleh masyarakat keturuan India dan digunakan sebagai penghasil susu. Populasi ternak kerbau di dunia diperkirakan sebanyak 130−150 juta ekor, sekitar 95% berada di belahan Asia selatan, khususnya di India, Pakistan, China bagian selatan dan Thailand (SONI, 1986).
Populasi ternak kerbau di Indonesia hanya sekitar 2% dari populasi dunia. Hanya sedikit sekali kerbau lumpur yang dimanfaatkan air susunya, karena produksi susunya sangat rendah yaitu hanya 1−1,5 l/hari, dibandingkan dengan tipe sungai yang mampu menghasilkan susu sebanyak 6−7 l/hari. Namun demikian, di beberapa daerah, susu kerbau lumpur telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pulau Penghasil Kerbau Di Indonesia
Di Pulau Sumatera banyak ditemukan ternak kerbau mulai dari dataran rendah sampai dengan dataran tinggi. Disamping itu ditemukan juga di daerah rawa, namun masih termasuk dalam bangsa kerbau lumpur. Potensi pakan yang cukup banyak tersedia menjadikan ternak kerbau sebagai komoditas unggulan di sebagian besar daerah di Pulau Sumatera.
Usaha ternak kerbau merupakan usaha peternakan rakyat yang dipelihara sebagai usaha sampingan, menggunakan tenaga kerja keluarga dengan skala usaha yang kecil karena kekurangan modal. Disamping itu sebagian peternaknya adalah penggaduh dengan sistem bagi hasil dari anak yang lahir setiap tahunnya.
Cara Pemeliharaan Ternak Kerbau
Pemeliharaan ternak umumnya bergantung pada ketersediaan rumput alam. Siang hari peternak menggiring ternak ke tempat penggembalaan dan malam hari dibawa ke dekat pemukiman dan biasanya tanpa kandang, ternak hanya diikat di belakang rumah petani, dan belum biasa memberikan pakan tambahan.Selain produksi dagingnya, kerbau juga sebagai penghasil susu yang diolah dan dijual petani dalam bentuk dadih di Sumatera Barat serta gula puan, sagon puan dan minyak samin di Sumatera Selatan.
Secara umum produktivitas susu masih rendah yaitu sekitar 1−2 liter/ekor/hari. Dibandingkan dengan ternak sapi, ternak kerbau agak kurang mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Konsekuensinya, produktivitas ternak relatif rendah, bahkan populasi ternak kerbau di Sumatera hanya sedikit meningkat, walaupun masih jauh lebih tinggi dari rataan nasional.
perternakan landak 0 komentar
Julukannya snowflake. Duri-duri berwarna salju membungkus tubuhnya yang seukuran bola tenis. Itulah jenis landak yang membikin Jenny Chandradinata, hobiis di Senen, Jakarta Pusat, tergila-gila. Jenny sering membawa landak itu dalam kantong baju.
Snowflake yang diciptakan 8 tahun lalu di Chicago, Amerika Serikat, itu menjadi teman setia Jenny. Ke mana pun pergi landak berumur 8 bulan itu selalu dibawanya. Agustus 2008, misalnya, saat liburan sekolah bersama 2 putrinya ke Pantai Ancol, Jakarta Utara, landak menjadi teman bermain. 'Di sana snowflake malah jadi tontonan orang karena dianggap unik,' kata alumnus Fakultas Bisnis Administrasi Asia University of Tokyo itu.
Tidak seperti landak besar Hystrix brachyura yang dijumpai di kebun binatang dengan duri tajamnya sepanjang 7,5 cm, duri snowflake sepanjang 1,5 cm itu lebih lunak. Karena lunak, duri itu tidak bakal melukai kulit. Makanya Jenny sering membiarkan si landak mini berbobot 700 g itu berjalan-jalan di atas tubuhnya.
Hedgehog
Snowflake hanya salah satu varian hedgehog - sebutan landak mini di mancanegara karena bermoncong babi - yang dipelihara sebagai klangenan. Paling tidak ada 91 varian warna hedgehog. Dari jumlah itu baru 2 varian - salt and pepper dan albino - yang sudah beredar di tanahair sejak 1997. Jenny awalnya mengoleksi salt and pepper yang bercorak hitam-putih dan albino. 'Kini masing-masing jenis itu beranak-pinak menjadi belasan jumlahnya,' ujar Jenny yang awal 2008 sukses menghasilkan snowflake dari silangan sesama salt and pepper itu.
Snowflake salah satu yang disukai. Namun yang lain pun tak kalah istimewa, seperti pinto dan pinto cokelat. Penampilan pinto sekilas mirip salt and pepper yang seimbang hitam dan putihnya. Bedanya, warna putih di tubuh pinto terpusat pada satu titik di bagian belakang tubuh yang membentuk bercak. Garis melengkung di kiri dan kanan tubuh tampak seperti sayap.
Wajarlah Ir Cuncun Setiawan di Bintaro, Tangerang, kepincut pinto cokelat. Seperti jenis pinto, cokelat pinto memiliki garis putih di sisi tubuh bak sayap. Bedanya, landak mini yang dihasilkan pembiak di negeri Paman Sam pada 2004 itu didominasi duri 50 - 70% berwarna cokelat muda. 'Jenis ini temperamennya tenang,' kata Cuncun.
Mulai ramai
Kesamaan snowflake, pinto, dan pinto cokelat terletak pada warna gelap di mata, hidung, dan telinga. Corak hitam di ketiga bagian tubuh itu menjadi idaman para pembiak karena menunjukkan kesempurnaan sosok landak. 'Warna hitam membuat landak mini terlihat gagah dan kontras dengan duri dan bulu yang putih,' ucap Cuncun. Bila dirunut dari tetuanya warna hitam itu muncul akibat persilangan white-bellied Atelerix albiventris (bulu putih) dan algerian Atelerix algirus (bermata hitam). Di alam Afrika persilangan kedua jenis itu menghasilkan african pygmy hedgehog yang menjadi induk landak ketiga corak baru itu.
Penampilan african pygmy hedgehog yang bercorak agouti (campuran cokelat, merah kecokelatan, dan krem) sudah lama dijadikan klangenan, sejak 1980. Saat terancam african pygmy menggulung tubuhnya hingga membulat seperti bola. Predator seperti singa, serigala, elang, dan burung hantu menjauh karena tertipu ulah itu. 'Kalau sudah menggulung, lama untuk membuka kembali. Terkadang harus dipercik air agar membuka,' ucap Cuncun.
Hedgehog juga tampil bersih sehingga disukai penduduk Tacoma di Washington, Amerika Serikat. Kecintaan mereka wujudkan dengan rutin menggelar kontes hedgehog. Adu molek itu pertama kali diadakan pada 22 Oktober 1995. Sampai saat ini lomba tahunan itu meluas sampai ke Kanada. Di tanahair, kontes hedgehog belum ada. Harap mahfum, 'Landak mini baru kembali melejit tahun ini setelah vakum selama 11 tahun,' ucap Jenny.
Peredaran landak mini terbatas di kalangan hobiis. Karena itu masih jarang pet shop yang menjualnya. Kalaupun ada, terbatas pada jenis salt and pepper dan albino. 'Sebetulnya banyak yang mau memelihara, tapi mereka masih takut dengan durinya dan belum tahu cara merawatnya,' kata Andi dari Pet Relly di Jakarta Timur yang menyediakan jenis albino.
Harga tinggi
Makanya untuk memperoleh landak mini, hobiis harus datang langsun ke penangkar. Menurut Cuncun yang menernakkan landak mini sejak Februari 2008, peminat datang dari luar Jakarta seperti Yogyakarta, Surabaya, Palembang, dan Pontianak. 'Umur 2 bulan atau lepas susu dijual seharga Rp850.000/pasang,' kata Cuncun. Dulu sepasang landak seumuran dibandrol Rp700.000/pasang. Harga lebih tinggi untuk landak berwarna cokelat, Rp1- juta/pasang.
Harga tinggi berdasarkan penuturan Cuncun tidak menghalangi hobiis untuk merawat si mini. Toh, perawatannya mudah dan tidak 'manja'. Yang penting kandang bersih dari kotoran dan sisa-sisa pakan. Maklum, landak mini menyukai kebersihan. Namun Jenny mengingatkan meski landak mini menggemaskan dan mudah dirawat, tapi tidak cocok untuk anak-anak di bawah 5 tahun. 'Ditakutkan durinya dapat melukai anak-anak hingga mereka trauma,' ucap Jenny.perternakan flora dan fauna 0 komentar
Ternak flora dan fauna
Posted on 22nd November, 2011 | No Comments
Ternak flora dan fauna is 1. SEJARAH SINGKAT Puyuh jenis burung tidak terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek diadu. Burung puyuh disebut Gemak Set Pinggan Mangkuk Flora Dan Fauna Home Interior Design divainterior.: Set Pinggan Mangkuk Flora Dan Fauna Home Interior Design Divainteriorcom Set Pinggan Bagaimanapun keindahan adenium tak bakal tampak tak dilakukan perawatan. Inilah sejumlah pemeliharaan rutin diterapkan adenium 41 Bab 3 Flora Fauna Khas Australia BAB 3 Pengantar Hewan asli Australia berbeda hewan dijumpai tempat-tempat lain dunia. Indonesia memiliki 17.504 pulau (data 2004; lihat pula: jumlah pulau Indonesia), sekitar 6.000 antaranya tidak berpenghuni, menyebar sekitar katulistiwa
Ternak flora dan fauna is
Ternak flora dan fauna is Kabupaten Polewali Mandar (sering disingkat Polman) adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Barat , Indonesia . Jumlah penduduk di kabupaten Polewali Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah , yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo . Letaknya berada di sebelah barat kompleks Kebun binatang (sering disingkat bonbin , dari ke bon bin atang) atau taman margasatwa adalah tempat hewan dipelihara dalam lingkungan buatan, dan dipertunjukkan
Ternak flora dan fauna is
Ternak flora dan fauna is tajuk 3 tajuk warta kehati Juni - Juli 2000 KERUSAKAN LINGKUNGAN Mengancam Keanekaragaman Hayati Pembahasan mengenai topik aktual keanekaragaman hayati Lebih dari 1 JENIS DAN MANFAAT FLORA PULAU DERAWAN KABUPATEN BARAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Ni Nyoman Darsini, we .G. A. Sugi Wahyuni, A.A.K. Darmadi, dan Ni Nyoman Wirasiti 12 BAB II Laporan Akhir Kajian Iventarisasi Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Pelalawan Tahun 2009 METODOLOGI 2.1. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Studi Lokasi studi FAK TOR-FAKTOR PRODUKSI PERTANIAN Ada empat faktor produksi pertania yaitu: 1. Alam, 2. Tenaga kerja, 3. Modal, 4. Pengelolaan (manajemen) .perternakan harimau 1 komentar
Bermula pada tahun 1993 seorang taipan bernama Zhou yang saat itu berusia 47 tahun yang juga memiliki shio macan membuka taman sekaligus pengembang biakan harimau ini dimulai dengan 60 ekor, harimau dengan perawatan yang intensif akhirnya jumlahnya saat ini mampu mencapai 1500 an ekor.
Namun biaya perawatan yang tinggi dan terus berkembang biaknya satwa langka ini membuat pihak pengelola akhirnya kelimpungan, belum lagi setiap tahun macan permintaan satwa ini cukup tinggi. Sebenarnya penjualan satwa harimau menurut Undang-undang yang berlaku tidak diperbolehkan, namun tidak adanya tindakan yang tegas terhadap pelakunya membuat perdagangan satwa secara gelap marak terutama setiap tahun Macan tiba.
Di dalam peternakan itu sendiri saat ini kondisinya amatlah mengenaskan, bau busuk bangkai tercium dimana mana, belum lagi kondisi banyak harimau yang terluka yang seharusnya memerlukan perawatan tidak dirawat dan terkesan sengaja dibiarkan. Hal ini terjadi karena apabila para satwa buas ini mati maka tulangnya bisa segera diambil dan dijadikan bahan baku anggur serta jamu tradisional Tiongkok terutama obat kuat yang terkenal sangat manjur tersebut, dan harganyapun cukup mahal. Menurut info dari Mail Online yang dikutip ruanghati.com menyebutkan untuk 1 botol anggur yang diolah dari tulang harimau bisa mencapai hingga sekitar Rp 6 juta

Di setiap peternakan pasti ada pabrik anggur. “Mereka memproduksi anggur macan yang secara sembunyi-sembunyi dijual. Di etiketnya tidak ada tulisan macan. Tapi kalau anda tanya pegawai di sana mereka bersumpah itu anggur macan. Mereka mengajak pengunjung melihat bagaimana anggur macan dibuat dari tulang macan.”
Menurut Lisa Hua hanya ada satu jalan keluar, peternakan harus ditutup. Saat ini berbagai peternakan itu sibuk melobi, justru pada tahun macan ini. Mereka ingin agar perdagangan produk macan diperbolehkan lagi. Hua dan organisasinya, International Fund for Animal Welfare (IFAW), serta berbagai organisasi perlindungan satwa lainnya melakukan segala upaya untuk menghalangi punahnya macan liar. Jumlah macan liar di seluruh dunia cuma 3200. Di Cina, macan liar masih bisa ditemukan dalam jumlah kecil di wilayah tenggara, Tibet dan Yunnan. Peluang hidup paling besar ada pada Macan Amur yang tinggal di perbatasan Rusia dan Cina. Namun, jumlah mereka cuma 20 ekor.
Kondisi peternakan harimau di Guilin, sebuah taman penangkaran satwa khusus harimau di Cina
Di dalam peternakan itu sendiri saat ini kondisinya amatlah mengenaskan, bau busuk bangkai tercium dimana mana, belum lagi kondisi banyak harimau yang terluka yang seharusnya memerlukan perawatan tidak dirawat dan terkesan sengaja dibiarkan. Hal ini terjadi karena apabila para satwa buas ini mati maka tulangnya bisa segera diambil dan dijadikan bahan baku anggur serta jamu tradisional Tiongkok terutama obat kuat yang terkenal sangat manjur tersebut, dan harganyapun cukup mahal. Menurut info dari Mail Online yang dikutip ruanghati.com menyebutkan untuk 1 botol anggur yang diolah dari tulang harimau bisa mencapai hingga sekitar Rp 6 juta
Deretan kandang-kandang harimau itu kini semakin memprihatinkan dan tidak terawat, bau busuk bangkai tercium dimana-mana karena banyak harimau yang sakit serta luka karena bertarung sesama harimau. Hal ini terjadi karena semakin besarnya populasi dan tidak diimbangi dengan luasnya area hidup yang wajar yang mutlak dibutuhkan harimau
Setelah tulang belulangnya diambil untuk dijadikan Anggur, kulitnya pun sangat mahal dijual
Menurut Lisa Hua hanya ada satu jalan keluar, peternakan harus ditutup. Saat ini berbagai peternakan itu sibuk melobi, justru pada tahun macan ini. Mereka ingin agar perdagangan produk macan diperbolehkan lagi. Hua dan organisasinya, International Fund for Animal Welfare (IFAW), serta berbagai organisasi perlindungan satwa lainnya melakukan segala upaya untuk menghalangi punahnya macan liar. Jumlah macan liar di seluruh dunia cuma 3200. Di Cina, macan liar masih bisa ditemukan dalam jumlah kecil di wilayah tenggara, Tibet dan Yunnan. Peluang hidup paling besar ada pada Macan Amur yang tinggal di perbatasan Rusia dan Cina. Namun, jumlah mereka cuma 20 ekor.
perternakan ulat sutra 0 komentar
Ngengat sutra
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Ulat sutera)
| ?Ngengat sutra | ||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Status konservasi | ||||||||||||||
| Dijinakkan | ||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
| ||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||
| Bombyx mori Linnaeus, 1758 |
Telur ngengat sutra membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk menetas. Ulatnya membentuk kepompong sutra mentah, yang setelah dipintal bisa menghasilkan benang sutra sepanjang 300 hingga 900 meter per kepompong. Seratnya berdiameter sekitar 10 mikrometer.
Sebagaimana umumnya larva/ulat, ulat sutra sangat rakus; makan sepanjang siang dan malam sehingga tumbuh dengan cepat. Apabila warna kepalanya sudah menjadi semakin gelap, ulat sutra akan segera berganti kulit/cangkang. Dalam hidupnya, ulat sutra mengalami empat kali ganti kulit, hingga berwarna kekuningan dan lebih ketat, yang menjadi tanda akan segera membungkus diri dengan kepompong.
Sebelum ulat sutra menjadi matang dan keluar dari kepompongnya (kepompong digigiti hingga rusak dan tidak bernilai ekonomi), kepompong tersebut kemudian direbus untuk membunuh ulat sutra dan memudahkan penguraian seratnya. Adapun kupu-kupu dewasa yang dipelihara untuk bibit ulat sutra tidak bisa terbang.
Karena sejarahnya yang panjang dan nilai ekonominya yang tinggi, genom ulat sutra menjadi salah satu objek penelitian ilmiah.
Daftar isi[sembunyikan] |
[sunting] Sejarah
Di Tiongkok kuna, terdapat legenda bahwa sutra yang didapati dari ulat sutra dilihat oleh Ratu Xi Ling-Shi (Hanzi: 嫘祖, pinyin: Léi Zǔ). Ia sedang bertamasya ketika ia melihat kepompong ulat sutra. Lalu digunakanlah jarinya untuk menyentuhnya, dan menakjubkan, selembar benang terkeluar! Apabila semakin banyak keluar dan membaluti disekeliling jarinya, dia perlahan-lahan merasa panas. Apabila sutra itu habis, dia melihat kepompong kecil. Dengan serta merta, sang ratu menyadari bahawa kepompong itu merupakan sumber sutra. Dia lalu bercerita kepada semua orang dan hal ini menjadi dikenal secara luas. Selain legenda ini, terdapat banyak legenda lain mengenai ulat sutra.[sunting] Manfaat medis
Ulat sutra yang digunakan untuk pengobatan tradisional China adalah "Bombyx batryticatus" atau "ulat sutra kaku" (Hanzi sederhana:僵蚕, tradisional: 僵蠶 pinyin: āngcán). Ia adalah larva kering 4–5th yang mati akibat penyakit muskadin putih disebabkan oleh jamur Beauveria bassiana, dimanfaatkan untuk mengobati masuk angin, mencairkan dahak dan meringankan kejang-kejang.[sunting] Makanan
Ulat sutra dikonsumsi di sejumlah kebudayaan. Di Korea, ulat sutra yang direbus sertadibumbui merupakan makanan ringan yang populer dan dikenal sebagai beondegi. Di China, sejumlah pedagang jalanan menjual ulat sutra yang dipanggang[sunting] Pranala luar
Langganan:
Postingan (Atom)