Sabtu, 10 Desember 2011

perternakan di era globalisasi 0 komentar

Sabtu, 10 Desember 2011 |

Peternakan di Era Globalisasi Perdagangan dan Otonomi Daerah
Oleh : Iwan Berri Prima | 19-Des-2008, 20:18:30 WIB

KabarIndonesia - Tahun 2008 tidak kurang dari satu bulan lagi akan segera bergeser. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, datangnya tahun baru diharapkan akan memberi harapan baru. Demikian pun pada sektor peternakan. Setelah berbagai masalah datang silih berganti pada tahun 2008, optimisme menyongsong tahun 2009 menjadi harapan baru bagi kebangkitan peternakan nasional.

Indonesia merupakan negara dengan luas wilayah terbesar se-Asia Tenggara, jumlah penduduknya kurang lebih 220 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan rata-rata 1,5% per tahun merupakan negara yang mempunyai beraneka ragam kekayaan alam. Kekayaan alam tersebut bukan hanya terdapat pada sektor kekayaan alam migas seperti minyak bumi dan bahan tambang saja, namun juga kekayaan alam non-migas seperti tersedianya lahan pertanian yang cukup luas. Namun semua itu ternyata belum cukup untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ada, permasalahan seperti kurang memadainya kebutuhan pangan, jika kekayaan tersebut tidak diberdayakan secara optimal dan dilandaskan oleh aturan dan kebijakan yang mendukung didalamnya.

Salah satu permasalahan yang paling crusial adalah pemenuhan kebutuhan pangan, terutama kebutuhan protein hewani. Pemenuhan kebutuhan pangan ini sangat erat hubungannya dengan sektor pertanian dalam arti yang luas, sehingga tidak heran jika pertanian menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Salah satu sektor dari pertanian tersebut adalah sub sektor peternakan.


Tantangan Globalisasi Perdagangan dan Otonomi Daerah

Era globalisasi perdagangan yang merupakan pemberlakuannya perdagangan bebas antar negara menjadi tantangan baru dalam pembangunan peternakan, disamping sederetan persoalan peternakan yang melanda negara ini. Dalam globalisasi perdagangan, produksi peternakan dalam negeri harus mampu bersaing dengan produksi peternakan dari berbagai negara. Sehingga dapat dibayangkan betapa ketatnya persaingan antar produksi dalam mencari pangsa pasar (market segmention). Bahkan anekdot siapa yang kuat pasti dapat; seperti halnya hukum rimba, merupakan keniscayaan yang suka atau tidak suka akan dihadapi oleh pelaku industri peternakan bangsa ini.

Persaingan mendapatkan bahan baku produksi dan lahan peternakan juga merupakan permasalahan yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pelaku peternakan dalam memajukan peternakan nasional di era globalisasi perdagangan. Belum lagi masalah penyakit ternak atau hewan menular lainnya. Perjanjian Sanitary and Phytosanitary (SPS) menetapkan bahwa pembatasan terhadap lalu lintas ternak dan hasil ternak dari suatu negara pengekspor yang dianggap tertular penyakit hewan menular tertentu harus dimotivasi oleh perlindungan kesehatan konsumen dan pengamanan kekayaan sumberdaya peternakan dari negara pengimpor. Sedangkan kelembagaan otoritas veteriner yang bertanggung jawab terhadap berbagai persoalan hewan dan penyakit hewan dalam rangka melindungi masyarakat terhadap ancaman bahaya penyakit hewan, melayani dalam medis veteriner, mensejahterakan dan membahagiakan manusia (manusya mriga satwa sewaka) kedudukannya masih lemah dinegara ini (Naipospos 2005), sehingga jangan heran jika permasalahan penyakit hewan mengancam industri peternakan nasional, terlebih zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, kasusnya semakin meningkat dan selalu berulang dari waktu kewaktu. Bahkan menurut Sofyan sudardjat Ketua Dewan Pakar Masyarakat Perlindungan Tanaman dan Hewan, dalam menentukan kebijakan yang terkait dengan penyakit hewan, pemerintah harus berhati-hati dan bijaksana. Contohnya adalah flu burung (Avian influenza), terlebih penyakit baru yang tidak ada di Indonesia seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Sapi Gila.

Selain itu, dalam era otonomi daerah yang digulirkan melalui Undang-Undang Pemerintah Daerah No.32 tahun 2004, peternakan merupakan salah satu sumber pendapatan ekonomi dan sumber daya daerah atau kekayaan daerah, sehingga belum ada kewajiban setiap daerah untuk mempunyai tatanan kelembagaan (dinas) peternakan. artinya, peternakan didaerah hanya ditempatkan kondisional atau jika diperlukan saja. Sehingga tidak mengherankan jika didaerah tertentu yang tidak memiliki potensi daerah untuk peternakan, tidak memiliki dinas peternakan.


Evaluasi dan Harapan


Meskipun demikian, peternakan tetap menjanjikan. Bahkan tidak berlebihan jika peternakan harus jadi unggulan. Hal ini sangat beralasan mengingat sektor peternakan merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki peranan cukup besar dalam perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia. Hampir diseluruh daerah di Indonesia kita temukan peternakan, baik peternakan yang berskala kecil maupun peternakan yang berskala besar. Bahkan menurut menteri pertanian (Mentan) Anton Apriyantono sub sektor peternakan telah menjadi salah satu sumber pertumbuhan yang tinggi disektor pertanian. Sejak tahun 2003 sub sektor ini telah mampu bangkit dari terpaan krisis tahun 1998-1999. level produksi seluruh komoditas peternakan sudah melampaui level tertinggi periode sebelum krisis. Kemampuan peternakan untuk eksis dalam menghadapi badai krisis ekonomi ini dapat pula dilihat pada tahun 2000-2003, laju peningkatan produksi ayam broiler dan petelur berturut-turut mencapai 23,4 dan 10,27 persen pertahun, padahal saat krisis ekonomi pernah mengalami penurunan yang sangat tajam, yaitu masing-masing 28,23 dan 8,92 persen per tahun. Bahkan peternakan mampu membuka lapangan pekerjaan kepada 2,54 juta masyarakat Indonesia yang bekerja disektor ini, yang tersebar baik di pedesaan maupun di perkotaan. Sehingga sektor ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di Indonesia pada medio tahun 2006 saja mencapai 3,95 juta orang.

Selain peranannya pada sektor ekonomi, sektor peternakan juga merupakan sektor yang mampu menyediakan kebutuhan protein hewani, yang berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Produk-produk peternakan seperti misalnya Telur, susu dan daging mempunyai kandungan nutrisi sebagai sumber protein dengan komposisi asam amino essensial yang dibutuhkan tubuh, terutama perkembangan otak manusia yang keberadaannya tidak dapat digantikan (Wasito 2005).


Reformasi Peternakan dan Harapan Tahun 2009

Sebagai kerangka hukum untuk melengkapi dan menutupi tantangan dan harapan dalam memajukan dan pembangunan peternakan, diperlukan suatu aturan dan tatanan kelembagaan peternakan. Undang-undang No.6 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) sudah tidak relevan dengan kondisi kekinian. Bahkan dalam memfokuskan kedudukan peternakan, perlu adanya revisi dan reposisi terhadap UU tersebut. Peternakan harus berdiri sendiri dari kesehatan hewan. Mengingat bidang kesehatan hewan tidak hanya membidangi masalah hewan ternak saja, akan tetapi termasuk didalamnya masalah kesehatan hewan air, satwa liar dan kesehatan hewan lainnya.

Selain itu, kita berharap, momentum Pemilihan Umum yang jatuh pada tahun 2009 mendatang, diharapkan mampu dijadikan sebagai langkah awal untuk memilih pemerintahan yang secara konsisten dan serius dalam mendukung peternakan nasional. Bahkan kedepan pemerintah perlu melakukan reformasi peternakan dengan menempatkan posisi peternakan tidak lagi menjadi sub sistem pertanian. Namun demikian, reformasi ini harus disadari dalam kerangka mendorong pembangunan ekonomi dan mensejahterakan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945. bukan karena ego golongan atau kelompok tertentu. Terlebih ego pribadi!


Iwan Berri Prima


- Wakil Direktur Bidang Advokasi WAMAPI (Wahana Masyarakat Agribisnis Peternakan Indonesia)

- Mantan Ketua Umum IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia) Periode 2006-2008
- Koordinator Dewan Penasehat FMITFB (Forum Mahasiswa Indonesia Tanggap Flu Burung) Wilayah Jawa Bagian Barat

read more

CARA MERAWAT IKAN KOKI 0 komentar

Cara Merawat Ikan Koki

In: Story
15 Aug 2010
cara merawat ikan kokiCara Merawat Ikan Koki. Sebelumnya, tulisan ini saya buat karena saya mendadak baru mulai memelihara ikan hias mas koki atau yang sering disebut ikan koki. Ceritanya tepat kemaren ini, sore hari seperti biasa saya ngenet browsing-browsing seperti biasa, tanpa disadari pikiran saya bisa sampai keinginan untuk memelihara ikan koki. Padahal saya belum tahu bagaimana Cara Merawat Ikan Koki yang baik. Akhirnya tanpa pikir panjang sore itu juga saya bergegas pergi untuk membeli segala perlengkapan untuk memelihara ikan hias. Seperti akuarium dan pelengkapnya serta tentunya ikan itu sendiri. Berbekal searching di Google bagaimana Cara Merawat Ikan Koki maka saya juga coba untuk posting disini.
Mungkin ini bisa jadi sedikit Tips Memelihara Ikan Koki maksudnya yang baru akan memelihara ikan hias. Pertama untuk pencarian akuarium, sesuaikan dengan kebutuhan dimana akuarium diletakkan dan tentunya budget juga. Seperti saya yang hanya untuk diletakkan di kamar sendiri cukup butuh akuarium yang tidak terlalu kecil tapi juga tidak besar ukurannya sekitar PxLxT=30x15x15 cm. Kedua untuk penggunaan gelembung udara. Beberapa ikan hias sangat membutuhkan dan mungkin ada beberapa yang lain tidak. Karena saya rasa butuh maka saya cari yang murah dan tentunya tidak bising (berada di kamar) agar tidak mengganggu tidur kita. Ketiga utnuk pencahayaan atau hiasan atau alas akuarium dll sebagai pelengkap keindahan akuarium bebas sesuka kita tergantung budget yang kita punya.
Yang terakhir menentukan ikan hias apa yang akan kita pelihara. Setelah pindah dari satu penjual ikan hias ke tempat lain entah karena memang di tempat saya ini hanya sedikit pilihannya karena hanya itu-itu saja jenis-jenis ikannya maka akhirnya pilihan saya jatuh ke ikan koki. Meskipun sudah umum dan paling banyak dipelihara, tapi memang waktu melihatnya ternyata menarik dan lucu dari warna dan bentuknya. Jadi saya putuskan membeli sepasang ikan koki. Setelah semuanya beres akhirnya jadi sudah keinginan mendadak untuk memelihara ikan hias dan tepatnya merawat ikan koki. Berikut penampakan ikan koki saya.
ikan koki
Maaf jika curhatnya kebanyakan karena mungkin tadi ada sedikit berbagi Tips Memelihara Ikan Koki yang baru saja saya lakukan. Kemudian setelah beres semuanya mulailah saya browsing-browsing mencari bagaimana Cara Merawat Ikan Koki yang benar biar ikannya awet ga cepet mati. Dari beberapa referensi tersebut hampir semua pada dasarnya sama dalam Cara Merawat Ikan Koki dan disini juga coba saya sampaikan barangkali bisa bermanfaat juga untuk yang lain.

Cara Merawat Ikan Koki

1. Ikan koki harus membutuhkan gelembung udara maka akuarium harus tersedia air pump (penghasil gelembung udara akuarium).
2. Jika menggunakan berbagai hiasan akuarium atau alas (pasir atau batu-batuan) cucilah terlebih dahulu sampai benar-benar bersih dan air tidak keruh.
3. Beri makan cukup 2x sehari dan jangan terlalu banyak (tergantung jumlah ikan yang dimiliki).
4. Kuras air akuarium sekitar dua minggu sekali (tergantung berapa lama air cepat kotor) ini untuk yang tidak memakai saringan pembuangan akuarium. Jika ada budget lebih bisa menggunakan filter lebih baik.
5. Pada saat menguras akuarium sebelum dibuang ambil dahulu sekitar satu ciduk (gayung) air yang ada di akuarium. Lalu ambil ikan koki menggunakan jaring atau jala (jangan pakai tangan).
6. Letakkan ikan di air akuarium yang sudah diambil dalam gayung. Kemudian bersihkan akuarium bisa dengan sikat atau spon pembersih.
7. Jika sudah, isi kembali akuarium dengan air baru, kemudian masukkan ikan koki bersama dengan air yang masih ada di gayung tersebut. Hal ini untuk mencegah ikan koki stress dan biar bisa cepat adaptasi lagi.
8. Ulangi langkah-langkah diatas secara berkala dan rutin.
Tips tambahan : Jika suatu saat listrik mati dan air pump atau gelembung udara mati salah satu solusinya coba kurangi air yang ada di akuarium dengan begitu mungkin bisa lebih lama bertahan.
Cara Merawat Ikan Koki diatas saya peroleh dari berbagai sumber referensi dan pada dasarnya sama hanya beberapa mungkin menyesuaikan dengan kebutuhan pemeliharaan ikan koki itu sendiri. Cara Merawat Ikan Koki ini pun baru akan saya coba karena saya juga baru mulai memelihara ikan hias ikan mas koki. Jika pada kenyataan setelah saya praktekkan Cara Merawat Ikan Koki ini ada yang kurang benar dan keliru atau ada yang perlu ditambahkan nanti akan saya update lagi.
Semoga saya sendiri juga tidak bosan dan lelah untuk memelihara ikan hiasa ikan mas koki saya yang baru ini. Ternyata setelah dinikmati asik juga ngeliatnya. Bisa jadi obat kepenatan misalkan seharian optimasi Travel Jakarta Bandung dengan ditemani sepasang ikan koki mungil saya menjadi lebih segar lagi. Semoga Cara Merawat Ikan Koki bisa bermanfaat

read more

tips memelihara ikan louhan 0 komentar

Tips memelihara louhan

JAKARTA – Ikan bertato aksara Mandarin itu hilir-mudik di akuarium. Tubuhnya yang dibaluti perpaduan corak hitam dan perak bisa membuat mata terpikat. Hewan ini pun tak menolak saat dielus–elus tangan sang pemilik. Ikan lou han sebutannya. Lou han yang diberi nama dewa hoki itu diyakini bisa membawa berkah tersendiri.

”Kalau dilihat baik-baik, tulisan Mandarin itu artinya berkembang,” kata Inna, sang pemilik ikan istimewa itu. ”Ikan ini memang nggak punya corak warna yang mencolok, tapi dia punya marking yang jelas sekali. Jadi bisa langsung terbaca,” tambah Inna menunjukkan rajah di tubuh ikan lou han kesayangan itu.
Sebetulnya, sudah banyak pehobi ikan hias yang merayu Inna untuk melepas ikan itu. Namun ibu dua anak ini tak bergeming, not for sale untuk si dewa hoki. ”Wah, ditukar dengan BMW keluaran terbaru pun saya nggak mau (lepas),” kelakarnya dengan mimik kocak. Rasanya, ungkapan itu tak berlebihan. Sebab Inna dan keluarga begitu percaya bahwa ikan itu bisa membawa berkah. Membuat usaha mereka yang tengah dilakoni makin maju. ”Jadi, kalau sampai dilepas bisa-bisa bangkrut kita.”
Yosafat Erie S.
Perhatikan bibit lou han yang baik. Agar tak tertipu sebaiknya Anda memilih bibit lou han yang sudah berukuran di atas tujuh cm.

Cerita Inna tadi cuma satu contoh dari sekian banyak pehobi di dalam negeri yang tengah mabuk cinta dengan lou han. Beberapa bulan terakhir, lou han terbukti berhasil merebut hati para pehobi ikan hias. ”Bahkan, orang yang hobi burung atau anjing ikut-ikutan piara ikan ini,” tambah Inna. Alhasil berbondong-bondonglah mereka beralih status, kolektor lou han yang masih punya hubungan famili dengan ikan mujair ini.
Bisnis Menjanjikan
Menurut Iskandar, importir lou han di bilangan Ciledug, Tangerang, fenomena lou han ini lahir dari dunia timur. Tepatnya, Malaysia. Di tempat asalnya itu, lou han dikenal dengan nama rajah cichlasoma. ”Ia juga sering disebut ikan sun go kong atau flower lou han,” ucap pemilik farm Metro Lou Han itu.
Kelahiran lou han itu bukan cuma membuat ‘heboh’ dunia ikan hias, tapi sekaligus jawaban atas ketiadaan spesies ikan hias yang bisa dibanggakan Malaysia. Wajar saja, kata Iskandar, sebab selama ini negeri jiran itu memang kosong spesies ikan hias yang dapat dibanggakan.
Setelah lou han lahir, Asia (khususnya Malaysia) punya ikan hias ornamental yang berkualitas dan bercitra tinggi. ”Di Malaysia sendiri, ikan ini tumbuh pesat sebagai komoditas bisnis yang sangat menjanjikan. Lou han banyak dijual mulai ukuran lima sampai 30 cm,” papar lelaki dua anak ini dengan ramah.
Sejalan dengan popularitas lou han yang terus meningkat, harga ikan ini pun makin tinggi. Bayangkan, lou han yang bernama Coronation Link dibanderoli angka 1,2 miliar rupiah. Ikan keluaran Meng Akuarium, Malaysia itu unggul pada proporsional badan dan warna yang cerah. Plus bintik mutiara yang bertabur di tubuhnya itu nyaris sempurna.
Sementara itu, cerita Iskandar, farm Malaysia lainnya, Mermaid Explorer memiliki maskot lou han yang tak kalah istimewa. Lou han yang bernama Beautiful Lady With Bikini itu dihargai kurang lebih sama dengan keluaran Meng Akuarium.
”Ikan itu berwarna kuning dengan bintik hitam yang melebar dan memanjang dari insang ke pangkal ekor. Nah, yang membuat jadi makin istimewa pada corak hitam di dekat kepala seperti ada gambar wanita pakai bikini,” ujar Iskandar yang sudah melihat langsung siklid istimewa milik Mermaid itu. Rata-rata, harga lou han berumur dua bulan produksi Mermaid sekitar tiga juta rupiah.
Itu sebabnya, setelah menekuni lou han sebagai hobi, Iskandar berani melepas jabatan direktur keuangan sebuah perusahaan distribusi makanan. Pria kelahiran Jambi itu amat yakin prospek bisnis lou han sangat bagus di Indonesia. Tentunya keyakinan itu didasari fakta-fakta dari negeri tetangga tadi.
Hebatnya lagi, setiap hari rumah yang disulap jadi ruang pamer itu tak pernah sepi pembeli. ”Sejak pertama impor, penjualan ikan ini terus meningkat. Yang beli datang dari mana-mana. Bukan cuma dari Jawa saja, dari Jambi pun ada,” ucap lelaki yang mengenal lou han dari temannya, seorang eksportir di Singapura.

Magnet Kuat
Lou han memang bak magnet kuat. Ikan ini bisa bikin orang kepincut hingga banyak pehobi berusaha memiliki.
”Saya senang ikan ini gara-gara penasaran dengan corak di badannya itu. Kata teman-teman saya, coraknya itu bisa dibaca. Yang jelas nggak semua ikan hias punya keunikan seperti itu,” ungkap St. Adinata, pehobi lou han dari Solo. Belum lagi perpaduan warna yang ada di tubuh lou han, lelaki paruh baya ini makin tergila-gila. ”Warnanya seperti buatan manusia.”
Selain punya warna yang cerah, umumnya berwarna kuning atau merah, tubuh lou han seperti memiliki tebaran mutiara berupa totol metalik. ”Nah, kalo ditaruh di akuarium dengan pencahayaan tepat, lou han akan memancarkan cahaya dari bintik-bintik mutiara itu. Wah cantik sekali lah,” kata Adinata.
Awalnya, Adinata mengaku hanya mengoleksi burung saja. Namun setelah melihat keindahan lou han saat berjalan-jalan di Singapura, bapak tiga anak itu memutuskan untuk ”berburu” ikan hoki ini. ”Saya koleksi lou han memang baru tiga bulan.”
Meski tergolong ”pemain” baru, Adinata telah mengoleksi 18 lou han. Di antaranya, flower leopard. Ikan ini punya bintik-bintik mutiara yang sangat jelas. Alhasil ia kian betah berlama-lama menatap lou han kesayangannya itu.
Lou han yang baik, juga memiliki proporsional tubuh yang seimbang. Ada lou han yang bertubuh segi empat, atau bertubuh bulat seperti cakram. Dua-duanya jadi kegemaran para pehobi. ”Bentuk segi empat yang baik punya perbandingan ukuran lebar dan panjang 1 banding 1,5. Jika lebih pendek atau panjang, ikan itu termasuk jenis yang kurang bagus,” ujar Adinata. Tapi jenis lou han yang punya bentuk seperti cakram itu paling disukai, jarang dan unik.
Penentu lain, ukuran nongnong kepala atau tonjolan di kepala. Lou han yang punya nongnong besar pada bagian kepalanya, juga jadi incaran pehobi lokal. Menurut Nurdin, salah satu ”pemain” lou han di kawasan Jalan Sumenep, Jakarta Pusat, permintaan nongnong yang besar itu sebenarnya datang dari pehobi di Indonesia. ”Wah, sejauh yang saya tahu, di Malaysia atau Singapura lou han dengan jidat nongnong nggak terlalu ngetop.”

Cermat Saat Memilih
Bagi pemula hobi ini, Iskandar selalu wanti-wanti dalam memilih. ”Mending pilih lou han yang berukuran kecil dulu. Apalagi buat pemula yang kantungnya pas-pasan.” Tapi dari situlah kendala menghadang. Sebab tak mudah untuk memilih lou han berkualitas baik saat masih kecil. Apalagi jika pedangangnya nakal dan memberi kita lou han palsu, seperti Cichlasoma synspilum, Cichlasoma trimaculatum, Cichlasoma muculicauda atau Cichlasoma festae.
Ikan-ikan itu sebetulnya masih ada hubungan darah dengan lou han. Mereka masih dalam satu genus, Cichlasoma. Tak aneh jika badan ikan itu bermotif walau hanya bercak hitam. Kepala juga sama dengan lou han. Konon jenis-jenis itu sebagai silangan untuk menghasilkan lou han.
Lou han-lou han palsu itu bisa menjebak karena tak sesuai harapan pehobi. Setelah berukuran 7 cm, motif di tubuh akan melebar, tipis dan semakin kabur. ”Jadi, kalau mau beli lebih baik pilih yang sudah berukuran di atas tujuh cm. Saat itu, kecantikan lou han sudah mulai terlihat. Atau beli saja pada penyedia yang sudah terpercaya,” tutur Iskandar.
Dari segi perawatan, tak ada yang sulit untuk memelihara ikan yang mudah beradaptasi ini. Ikan ini tak memerlukan akuarium yang berukuran besar. Biasanya, ukuran akuarium disesuaikan dengan panjang tubuh si lou han. Contohnya, untuk lou han berukuran 40 – 50 cm bisa digunakan akuarium dengan ukuran 200 x 170 x 80 cm.
Agar terlihat makin cantik, di dalam akuarium bisa dibuatkan diorama. Mulai dari batu-batuan, pasir, kerikil, pajangan hingga gambar belakang dinding akuarium. Lengkap dengan filter, aerator, alat penyifon air dan lampu flourescence atau ultra violet.
Anda juga harus memperhatikan penggantian air. Meski tak menuntut penggantian setiap hari, namun air yang kotor bisa membuat tubuh ikan terkena jamur. ”Kalau airnya jarang diganti, sirip, insang dan mata lou han akan timbul bintik-bintik putih,” ujar Inna. Itu sebabnya ia menganjurkan untuk membubuhi sedikit garam dalam air akuarium.
Soal makanan, perhatikan umur si ikan. Saat berusia anakan, lou han cukup diberi cacing darah (blood worm), cacing sutra (tubifex worm), cuk (jentik nyamuk) dan kutu air. Setelah dewasa, lou han bisa diberi makanan yang agak besar, seperti cacing tanah, ikan cere dan udang hidup.
Pemberian udang bisa diselang-seling dengan tanah dan pelet (pakan buatan). Udang dan pelet itu bisa menambah cerah warna lou han.

read more

Rabu, 07 Desember 2011

TIPS MEMAJUKAN PERTERNAKAN 0 komentar

Rabu, 07 Desember 2011 |
Hobi memelihara dan merawat burung berkicau, sudah sejak lama digemari oleh masyarakat kita. Banyak alasan kenapa burung khususnya burung berkicau jadi hewan peliharaan yang paling diminati. Beberapa alasannya antara lain: sekedar untuk didengar kicauannya setelah seharian sibuk dengan aktifitas pekerjaan, burung klangenan, usaha breeding burung (ternak burung, penangkaran burung), bisnis burung (jual beli burung), melatih burung, dan lain-lain.
 
Bahkan saat ini banyak penghobi burung yang memelihara burung dan merawat burung berkicau khusus dipersiapkan untuk kontes burung berkicau atau lomba burung berkicau. Satu fenomena positip yang harus kita apresiasikan dengan positip juga.
 
Kembali ke filosofi dari burung berkicau itu sendiri:
Daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuannya berkicau melantunkan irama lagu yang menawan. Disamping keindahan postur, keindahan warna bulu, gaya berkicau yang eksotis (unik), tingkah laku, jenis burung langka dan lain sebagainya.
 
"Suara kicauan burung adalah instrumen musik
dan alunan tembang lagu paling sempurna
bagi setiap penghobi burung"
 
Teman-teman penghobi burung, perkenalkan nama saya Irvan Sadewa, tinggal di Yogyakarta. Saya penghobi burung sama seperti teman-teman juga. Singkat cerita, dulu saya melihat banyak masalah dalam cara merawat burung dan cara memaster burung supaya burung bisa berkicau dengan baik, tampil prima sesuai yang diharapkan.
 
Berbekal sebagai seorang professional di bidang IT-Audio-Video, juga praktisi dan penasehat di dunia perburungan (burung berkicau) serta dukungan positip rekan-rekan. Saya tertantang untuk menemukan solusi dari masalah-masalah burung di atas. Saya bekerjasama dengan teman-teman penghobi burung berkicau (pecinta burung) di dalam dan di luar negeri, melakukan riset, observasi dan penelitian ilmiah tentang burung berkicau.
 
Akhirnya ditemukan metode praktis yang sudah teruji dan terbukti bisa membuat hobi burung jadi lebih menyenangkan. Disini saya akan menjelaskan metode praktis tersebut, khususnya bagaimana cara supaya burung bisa berkicau dengan baik, punya irama lagu yang menawan, rajin berkicau dan burung jadi gacor.
 
Sangat menarik.!! Ok, mari kita kembali dulu ke topik awal di atas;
 

"Memiliki burung berkicau cerdas berprestasi adalah dambaan setiap Kicaumania."

 
"Burung bisa jadi juara dalam suatu lomba, bukanlah faktor kebetulan. Ini adalah hasil
dari perencanaan yang baik dan persiapan yang matang. Proses panjang tersebut
dimulai dari pemilihan burung bakalan yang ideal, pola perawatan yang tepat
dan diikuti dengan proses pemasteran (cara memaster) yang intensif."
 
Ada beberapa cara supaya burung bisa berkicau dengan baik, memiliki irama lagu bervariasi, berkarakter lagu yang khas. Caranya adalah dengan proses 'Mastering', yaitu menggunakan burung-burung master atau suara master burung. Proses ini biasa dikenal dengan istilah memaster burung atau pemasteran burung berkicau.
 

Cara memaster burung berkicau (teknik pemasteran burung berkicau).

 
1. Memelihara beberapa jenis Burung Master.
Diharapkan kicauan dari burung master yang dipelihara, bisa direkam oleh burung maskot. Cara ini dilakukan Kicaumania dengan alasan tertentu. Tapi, berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli beberapa ekor burung master yang sudah gacor?  Belum lagi waktu.?? Tempat yang harus disediakan untuk burung master tersebut?
 
Memaster burung dengan cara ini akan berhasil apabila burung master yang dibeli memang berkualitas baik, ber-karakter suara sama dengan burung yang akan di master dan rajin berkicau (gacor). Apa jadinya kalau ternyata burung master yang sudah terlanjur dibeli ternyata tidak cocok karakter suaranya dengan karakter suara burung yang akan dimaster? Nah, celakanya lagi burung master tersebut justru tidak gacor, giras (liar), macet banyak diam jarang bunyi? Mungkin sama seperti kita memelihara ular, makan banyak tapi hanya membisu? Pasti tambah masalah.!!
Benar gak?
 
2. Menggunakan Perangkat Elektronik.
Cara memaster burung dengan metode ini hampir sama dengan cara yang pertama. Tapi kita tidak perlu memelihara banyak burung master. Karena suara-suara burung master sudah direkam di dalam media elektronik. Kita bisa menentukan kapan dan berapa lama suara burung master akan diperdengarkan kepada burung maskot.
 
Sudah banyak yang membuktikan, cara memaster burung dengan metode ini jauh lebih mudah, efesien dan ekonomis. Mari kita bandingkan kalau saja kita membeli  5 ekor burung master berkualitas baik yang sudah gacor? Harganya pasti jutaan rupiah. Segi positipnya dengan cara kedua ini, secara tidak langsung kita juga sudah mendukung program Pemerintah dalam Konservasi Pelestarian Alam.
 
Ada beberapa penghobi burung berpendapat, memaster burung lebih baik menggunakan burung master hidup yang sudah gacor. Alasannya karena selama ini banyak penghobi burung yang kecewa setelah membeli suara burung master (dalam bentuk CD, Kaset atau bentuk lain) yang dijual di pasaran. Ternyata isinya tidak sesuai dengan standar dengar untuk burung berkicau. Baik dari segi kualitas suara, speed maupun frekuensi suaranya.
 
Coba bayangkan apa yang terjadi, kalau kita memaster burung dengan rekaman suara burung master yang tidak standar kualitas suara, speed rate dan frekuensi nadanya. Burung merekam lantas menirukannya juga. Hasilnya pasti suara tiruan fals yang mirip-mirip dengan jenis suara burung master, bukan suara tiruan yang sama seperti suara burung master asli seperti yang kita harapkan.
 
Masalah ini kurang disadari oleh banyak penghobi burung (Kicaumania). Boleh percaya, boleh tidak. Mungkin teman-teman pernah mengalaminya? HeHeHe... Saya yakin teman-teman sudah pernah membuktikannya sendiri kan?
 
Secara ilmiah:
Dibalik kicau merdu burung, sebenarnya suara kicauan tersebut membawa sinyal komunikasi tertentu. Sesuai dengan ambang batas respon frekuensi pendengaran burung.

Salah satu kunci keberhasilan dalam memaster burung atau pemasteran burung berkicau adalah: Karakter suara burung master, harus cocok dan sesuai dengan karakter dasar suara lagu burung yang akan di master.


"Suara kicau burung bukan sekedar apresiasi,
tapi merupakan suatu komunikasi tertentu"
 
 

read more

MEMAJUKAN PERTERNAKAN DAERAH 0 komentar

Madu Murni? Anda ragu dengan madu yang beredar dipasaran?
Berdasarkan investigasi dari liputan salah satu stasiun TV ternyata madu yang beredar dipasaran 80% MADU PALSU. Lantas bagaimana cara mengetahui madu itu murni? dan dimana saya mendapatkan madu murni?
Situs ini mencoba menjawab pertanyaaan diatas. Situs ini berisi artikel hasil penelitian tentang produk lebah  madu dari berbagai negara, info berbagi produk lebah, cara beternak lebah madu, film lebah madu, pengobatan dengan perpaduan produk lebah dan terapi sengat lebah.
propolis, lebah, madu
propolis-madu
Sekilas Bina Apiari
Peternakan lebah madu ini didirikan oleh Ir.H.Bambang Soekartiko pada tahun 1980, dan beliau banyak membantu perkembangan peternakan lebah madu di Indonesia.
sby HOME
Atas jasanya memajukan peternakan lebah madu di Indonesia, Beliau banyak mendapatkan penghargaan diantaranya:
  1. Ketua Asosiasi Perlebahan Indonesia (API)
  2. Penghargaan “Perintis Peternakan Lebah di Indonesia” dari Menteri kehutanan RI tahun 2000
  3. “Entrepreneur Agribusiness Award 2004″ diserahkan Menteri Pertanian di bidang peternakan lebah madu
  4. Ketua Komisi Perlebahan Negara Berkembang (APIMONDIA)

madu lebah
Peternakan lebah apiari menghasilkan madu murni berdasarkan spesifik jenis bunga seperti: madu kapukmadu rambutan, madu mangga, madu klengkeng, madu duwet, madu karet, madu kopi dll. Selain menghasilkan madu peternakan lebah Bina Apiari juga menghasilkan:
Royal Jelly Bee Pollen Propolis Cair Madu Propolis  Madu Sarang
Peternakan Lebah ini dikelola secara profesional oleh Alumni-alumni IPB dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk Madu (SNI.01-3545-2004) dengan No. 3104/LHU/Bd/LAK-BBIA/V/2007

Mengapa membeli produk lebah Bina Apiari?
  1. Semua produk dihasilkan dari peternakan lebah madu sendiri
  2. Dijamin kemurnian Madunya.
  3. Semua madu telah melewati uji lab
  4. Sebelum membeli madu Anda dapat mencoba gratis, sehingga tahu kwalitas madu kami.
  5. Peternakan bina apiary telah  banyak mendapat penghargaan jadi bukan menipu (mengaku-ngaku) sebagai peternak lebah madu.

read more

TIPS MEMACU PETERNAKAN DAERAH 0 komentar

Populasi sapi di empat kabupaten di Pulau Madura terus bertambah seiring dengan program inseminasi buatan (IB). Untuk mengetahui hasil pedet (anak sapi,red) hasil IB itu, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk Gebyar Pedet Hasil Inseminasi Buatan (IB) se-Madura 2011 di lapangan Bakorwil IV Pamekasan.

Kegiatan ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan di Jatim dan diikuti 100 ekor sapi IB Madura dan Limosin yang kerap dikenal Madrasin. Dari hasil pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juni 2011 menunjukkan, populasi sapi di Pulau Madura mencapai 806.608 ekor.  Kini populasi di empat Kabupaten di Pulau Garam itu sekitar 830 ribu ekor yang tersebar di Kabupaten Bangkalan (194.838 ekor), Sampang (196.414 ekor), Pamekasan (127.044 ekor), dan Sumenep (360.312 ekor).

Kepala Dinas Peternakan Jatim, Ir.Suparwoko Adisoemarto,MM mengatakan kalau saat ini populasi sapi di Madura lebih banyak dibanding Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hanya sekitar 600 ribu lebih. “Semakin banyaknya populasi ternak di Madura, maka  diharapkan Madura bisa menjadi pulau ternak,” katanya.

Program IB memang kini diminati banyak peternak sapi di Madura dan dipastikan tidak mengurangi populasi sapi asli Madura. Disamping itu, pemerintah terutama Pemprov Jatim telah menyediakan tempat khusus bagi peternak sapi asli Madura melalui program Village Breeding Center. Di sisi lain, ada beberapa wilayah di Kabupaten Pamekasan yang tidak mau melakukan program inseminasi, yakni Kecamatan Pakong dan Kecamatan Waru. Untuk kedua wilayah ini, nantinya akan dijadikan pusat khusus pengembangan sapi asli Madura. “Jadi jangan khawatir program inseminasi ini akan menghilangkan populasi sapi asli Madura. Kami juga harus mempertahankan keaslian sapi Madura dari kepunahan,” katanya.

Gebyar Pedet 2Bahkan, tambah Kadis, Jawa Timur ingin menciptakan sapi berlian dalam pengembangan dan pertumbuhan populasi ternak. Yang dimaksud sapi berlian yaitu sapi beranak lima juta dalam jangka waktu lima tahun. “Alhamdulillah kelahiran sapi di Jawa Timur sekitar 800 ribuan per tahun. Sedangkan yang dipotong tidak lebih dari 460 ribu ekor, dan sapi yang dijual hidup ke provinsi lain seperti Jateng, Jabar, dan DKI Jakarta sebanyak 156 ribu. Artinya, Jatim masih kelebihan pedet,” tuturnya.

Dalam Gebyar Pedet Hasil IB ini, Kadis mengatakan, sapi Madura memiliki kualitas baik seperti dagingnya rendah lemak dan seratnya bagus. Dan keungulan lainnya, sapi Madura mampu beradaptasi dengan cepat, tahan penyakit, dan tahan terhadap pakan berkualitas rendah.

Kasubdit Ternak Potong Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir. Wignyo Sadwoko,MM mengaku bangga dengan Jatim yang kini sebagai salah satu tumpuan nasional dalam pengembangan ternak sapi dan salah satu lumbung ternak nasional.
Buktinya, dari hasil sensus, Indonesia sudah mempunyai sapi-sapi sebanyak 14,8 juta ekor sapi.  “Dari jumlah itu, sebanyak 4,8 juta ekor berada di Jawa Timur. Tentunya itu merupakan sumbangan yang berarti untuk swasembada daging kita,” katanya.
Dan dari 4,8 juta ekor tersebut, Madura menyumbang 17  persennya atau 800 ribu lebih.  “Ini sesuatu yang sangat menggembirakan. Apalagi, adanya semangat dan kecintaan masyarakat Madura dalam mengembangkan sapi lokal dan asli,” tambahnya.  Upaya ini tentunya juga sesuai dengan perencanaan salah satu program swasembada daging dan kerbau tahun 2014. “Menuju target tahun 2014 kita harus menyediakan kebutuhan daging bagi masyarakat, setidaknya 90 persen dari ternak yang ada,” katanya.

Untuk mendorong pencapaian swasembada daging yang bertumpu pada ternak sapi itulah, pemerintah membantu peternak melalui program IB. Program IB ini dalam rangka mempercepat pertambahan populasi melalui jumlah kelahiran sekaligus melakukan perbaikan kualitas produktivitas sapi-sapi lokal.

Kepala UPT IB Disnak Jatim, Muhammad Tjahjono menambahkan, Gebyar Pedet yang dilaksanakan 2-3 Desember ini diikuti 100 peserta dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Dijelaskan, tujuan kegiatan ini diantaranya memacu kesadaran masyarakat dalam membangun sektor peternakan, memacu peningkatan kemampuan kelompok petenakan dalam usaha budidaya peternakan, memotivasi masyarakat insan peternakan dalam memanfaatkan sumber daya lokal melalui budidaya ternak, dan membuka peluan bagi investor untuk menanamkan modal dalam pengembangan budidaya ternak.  Adanya kegiatan ini, diharapkan dapat bibit ternak sapi hasil IB yang berkualitas melalui Village Breeding Center Plasma Nutfah dan seleksi breeding up dengan limousin atau dikenal dengan Madrasin.

 

read more

KIAT PETERNAKAN SAPI DI DAERAH JAWA TIMUR 0 komentar

Populasi sapi di empat kabupaten di Pulau Madura terus bertambah seiring dengan program inseminasi buatan (IB). Untuk mengetahui hasil pedet (anak sapi,red) hasil IB itu, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk Gebyar Pedet Hasil Inseminasi Buatan (IB) se-Madura 2011 di lapangan Bakorwil IV Pamekasan.

Kegiatan ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan di Jatim dan diikuti 100 ekor sapi IB Madura dan Limosin yang kerap dikenal Madrasin. Dari hasil pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juni 2011 menunjukkan, populasi sapi di Pulau Madura mencapai 806.608 ekor.  Kini populasi di empat Kabupaten di Pulau Garam itu sekitar 830 ribu ekor yang tersebar di Kabupaten Bangkalan (194.838 ekor), Sampang (196.414 ekor), Pamekasan (127.044 ekor), dan Sumenep (360.312 ekor).

Kepala Dinas Peternakan Jatim, Ir.Suparwoko Adisoemarto,MM mengatakan kalau saat ini populasi sapi di Madura lebih banyak dibanding Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hanya sekitar 600 ribu lebih. “Semakin banyaknya populasi ternak di Madura, maka  diharapkan Madura bisa menjadi pulau ternak,” katanya.

Program IB memang kini diminati banyak peternak sapi di Madura dan dipastikan tidak mengurangi populasi sapi asli Madura. Disamping itu, pemerintah terutama Pemprov Jatim telah menyediakan tempat khusus bagi peternak sapi asli Madura melalui program Village Breeding Center. Di sisi lain, ada beberapa wilayah di Kabupaten Pamekasan yang tidak mau melakukan program inseminasi, yakni Kecamatan Pakong dan Kecamatan Waru. Untuk kedua wilayah ini, nantinya akan dijadikan pusat khusus pengembangan sapi asli Madura. “Jadi jangan khawatir program inseminasi ini akan menghilangkan populasi sapi asli Madura. Kami juga harus mempertahankan keaslian sapi Madura dari kepunahan,” katanya.

Gebyar Pedet 2Bahkan, tambah Kadis, Jawa Timur ingin menciptakan sapi berlian dalam pengembangan dan pertumbuhan populasi ternak. Yang dimaksud sapi berlian yaitu sapi beranak lima juta dalam jangka waktu lima tahun. “Alhamdulillah kelahiran sapi di Jawa Timur sekitar 800 ribuan per tahun. Sedangkan yang dipotong tidak lebih dari 460 ribu ekor, dan sapi yang dijual hidup ke provinsi lain seperti Jateng, Jabar, dan DKI Jakarta sebanyak 156 ribu. Artinya, Jatim masih kelebihan pedet,” tuturnya.

Dalam Gebyar Pedet Hasil IB ini, Kadis mengatakan, sapi Madura memiliki kualitas baik seperti dagingnya rendah lemak dan seratnya bagus. Dan keungulan lainnya, sapi Madura mampu beradaptasi dengan cepat, tahan penyakit, dan tahan terhadap pakan berkualitas rendah.

Kasubdit Ternak Potong Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir. Wignyo Sadwoko,MM mengaku bangga dengan Jatim yang kini sebagai salah satu tumpuan nasional dalam pengembangan ternak sapi dan salah satu lumbung ternak nasional.
Buktinya, dari hasil sensus, Indonesia sudah mempunyai sapi-sapi sebanyak 14,8 juta ekor sapi.  “Dari jumlah itu, sebanyak 4,8 juta ekor berada di Jawa Timur. Tentunya itu merupakan sumbangan yang berarti untuk swasembada daging kita,” katanya.
Dan dari 4,8 juta ekor tersebut, Madura menyumbang 17  persennya atau 800 ribu lebih.  “Ini sesuatu yang sangat menggembirakan. Apalagi, adanya semangat dan kecintaan masyarakat Madura dalam mengembangkan sapi lokal dan asli,” tambahnya.  Upaya ini tentunya juga sesuai dengan perencanaan salah satu program swasembada daging dan kerbau tahun 2014. “Menuju target tahun 2014 kita harus menyediakan kebutuhan daging bagi masyarakat, setidaknya 90 persen dari ternak yang ada,” katanya.

Untuk mendorong pencapaian swasembada daging yang bertumpu pada ternak sapi itulah, pemerintah membantu peternak melalui program IB. Program IB ini dalam rangka mempercepat pertambahan populasi melalui jumlah kelahiran sekaligus melakukan perbaikan kualitas produktivitas sapi-sapi lokal.

Kepala UPT IB Disnak Jatim, Muhammad Tjahjono menambahkan, Gebyar Pedet yang dilaksanakan 2-3 Desember ini diikuti 100 peserta dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Dijelaskan, tujuan kegiatan ini diantaranya memacu kesadaran masyarakat dalam membangun sektor peternakan, memacu peningkatan kemampuan kelompok petenakan dalam usaha budidaya peternakan, memotivasi masyarakat insan peternakan dalam memanfaatkan sumber daya lokal melalui budidaya ternak, dan membuka peluan bagi investor untuk menanamkan modal dalam pengembangan budidaya ternak.  Adanya kegiatan ini, diharapkan dapat bibit ternak sapi hasil IB yang berkualitas melalui Village Breeding Center Plasma Nutfah dan seleksi breeding up dengan limousin atau dikenal dengan Madrasin.

 

read more
 

Author

Pengikut

Cari Blog Ini

Total Tayangan Halaman

Copyright © peternakan | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog