Jumat, 16 Desember 2011

cara memberi makan kucing 0 komentar

Jumat, 16 Desember 2011 |

Cara memberi makan kucing Dewasa

Pada postingan kali saya akan membahas tentang trik memberi makan kucing dewasa. Mungkin sudah banyak yang tahu tentang artikel kucing ini. Tapi saya akan bahas…kali-kali aja ada pecinta kucing yang membaca postingan ini tidak tahu menahu bahwa ada perbedaan memberi makan antara anak kucing dengan kucing dewasa.

Cara memberi makan pada kucing dewasa sebenarnya hampir sama dengan semua jenis kucing. Baik itu kucing persia maupun kucing anggora atau kucing maine coon. Semuanya sama saja…tapi yang pasti tidak akan seperti memberi makan anjing. Loh kok tiba-tiba ngomongin anjing??

Berbeda dengan anjing yang merupakan binatang berkelompok dan sangat suka bersaing. Terutama saat mendapat makanan …mereka akan melahapnya dengan rakus. Berusaha sebanyak mungkin makanan masuk ke dalam perut mereka.

Berbeda dengan kucing yang merupakan binatang pemburu tunggal dan tidak berkelompok seperti anjing. Kucing dewasa tidak akan makan dengan jumlah yang banyak . Dari berbagai penelitian, kucing bahkan lebih suka makan dalam beberapa kali kesempatan.

Jadi umpanya anda memberi makan kucing satu kali. Maka kucing dewasa akan menghabiskannya mungkin dalam 3 kali kesempatan.

Maka daripada itu sebaiknya sebagai majikan akan lebih baik memberi makan kucing dewasa dengan campuran makanan lembab dan kering. Jika nggak begitu ngerti? Maksudnya ada di paragaf selanjutnya

Maksud makanan kering adalah supaya kucing dapat makan sendiri bila merasa perlu.Sedangkan makanan lembab dapat anda berikan dalam jumlah yang terkendali katakanlah pada pagi, siang, atau sore hari.

Oh ya! tapi ingat upayakan untuk tidak memberi makan kucing dewasa pada tengah malam. Megapa? karena kita tahulah saat malah hari biasanya kita mengurung kucing di dalam rumah supaya nggak kemana-mana. ini untuk mencegah kucing dewasa kencing atau membuang kotoran.

Karena biasanya kucing dewasa membuang kotoran satu atau dua jam setelah mereka makan

Satu tips lagi! Jika anda memberi makan kelompok kucing. Pisahkan dan jauhkan masing-masing kucing saat memberi makan. Supaya kucing yang dominan tidak merebut makanan milik kucing yang lemah.
Incoming search terms for the article:
makanan kucing, cara memberi makan binatang, campuran makanan kucing, tips memberi makan anak kucing, merk makanan kucing anggora yang bagus, makanan-kucing, makanan baik untuk kucing persia, kucing dewasa, jam makan kucing, cara yang baik memberi makan kucing

read more

tips menjaga kesehatan hewan 0 komentar

Tips Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Burung Kesayangan

Bagi anda yang mempunyai Hewan Peliharaan burung kesayangan berikut ini saya berikan Tips Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Burung Kesayangan;

Tips dan trik menjaga kesehatan fisik:

1. Jangan pernah iseng memberi pakan burung tidak pada jadwal waktunya (misalnya ada jangkrik lepas, ya masukkan kandang jangkrik, jangan iseng diberikan ke burung yang ada di dekat Anda).
2. Jangan iseng memandikan burung tidak pada waktunya (misalnya biasanya sepekan dua kali, menjadi setiap hari selama sepekan karena kebetulan pekan itu Anda libur atau cuti).
3. Jangan iseng menjemur burung lebih lama dari biasanya untuk sesekali waktu, misalnya hanya karena Anda kebetulan sempat menunggui berlama-lama.
4. Jangan iseng meniru-niru pola pakan dari kawan, jika Anda tidak yakin bisa konsisten untuk melaksanakannya.
5. Jangan sampai kehabisan voor merk tertentu yang biasa Anda berikan ke burung Anda. Jangan terlalu yakin bahwa merk tertentu itu selalu tersedia di kios pakan burung langganan Anda (kecuali Anda mau repot muter2 ke kios lain).
6. Tips (paling gampang dilaksanakan): Konsisten merawat burung secara tidak konsisten…(dengan risiko ditanggung sendiri…., hehehehe).

Tips dan trik menjaga kesehatan mental burung:

1. Biasakan diubah2 tempat gantungannya di tempat2 yang relatif ramai orang, gaduh, berisik.
2. Jangan diubah2 posisi tempat pakannya.
3. Jangan diubah2 bentuk dan ukuran tempat tenggeran/tangkringannya.
4. Biasakan burung dengan kerodong, topi, payung dan lain-lain, dengan warna yang beragam.
5. Biasakan dipertemukan dengan burung lain (baik sejenis maupun lain jenis). Catatan: Jangan lama2, kalau Anda belum yakin dengan kondisi mental si burung.
6. Biasakan dibawa bepergian (entah pakai mobil ataupun motor) entah untuk tujuan lomba, latber, atau sekadar muter2 kota. Misalnya Anda main ke rumah kawan dan tidak merasa repot, bawa saja burung Anda meskipun di sana hanya digantung sendirian, sementara Anda ngobrol.
7. Milikilah burung sejenis sebagai sparring partner atau “unthul” (bahasa Jawa, bahasa Indoensia-nya apa saya tidak bisa memilih kata yang pas) dengan kualitas mental yang jeblok, untuk selalu “dilabrak” oleh burung andalan kita. Ini seperti kalau kita punya ayam bangkok petarung, maka kita perlu ayam jago lainnya (biasanya ayam lokal) yang kualitas tarungnya jelek dengan tugas “menerima pukulan” bangkok jagoan kita.

Ini bertujuan meningkatkan mental burung dengan cara memberi perasaan bahwa dia adalah burung “menangan” (padahal musuhnya-lah yang jelek, hehehe bo’ongi saja biar dia pede).

read more

Sabtu, 10 Desember 2011

tips cara memelihara hewan kesayangan 0 komentar

Sabtu, 10 Desember 2011 |

Tips Sehat Memelihara Hewan Kesayangan

TEMPO Interaktif, Jakarta – Gandies menghabiskan waktu lebih dari enam jam sehari dengan 14 kucing peliharaannya. Bagi dia, berbagi makan dan mandi bersama mereka adalah hal biasa. Perempuan berusia 25 tahun ini tidak takut terjangkit penyakit hewan yang menular ke manusia (zoonosis), seperti dari parasit toksoplasmosis. “Yang penting menjaga kebersihan dengan selalu cuci tangan,” kata dia.
Dari hasil tes toksoplasma, karyawati perusahaan konsultan komunikasi ini memang diketahui negatif. Gandies memang cukup rajin memberi vaksin bagi beberapa kucingnya. “Namun ada beberapa yang belum,” katanya. Bagi para pemilik hewan peliharaan, memang sebaiknya waspada terhadap sejumlah penyakit yang mengancam, baik itu penyakit hewannya sendiri maupun penyakit hewan yang bisa menular kepada pemiliknya.
capture8
Penyakit menular itu, dicontohkan dokter hewan Widyanto Adi Nugraha, adalah penyakit yang disebabkan bakteri, virus, dan parasit, seperti rabies dan toksoplasmosis. Malah, kata Adi, orang yang berkulit sensitif juga rentan terkena cacingan dan jamur dari hewan peliharaannya. Adi menjelaskan, untuk mengenali ciri hewan yang sakit–misalnya kucing–bisa dilihat dari menurunnya nafsu makan. Secara fisik, hewan lemas dan lebih banyak tidur serta bermalas-malasan. “Biasanya muntah dan terserang diare jika terjadi gangguan pencernaan,” ujar dokter yang berpraktek di Klinik Hewan Kartini, Jakarta, ini kepada Tempo kemarin.
Ciri lain, bila ada penyakit pada pernapasan, hewan bakal batuk, pilek, dan muncul kotoran pada matanya. Bila ada masalah kulit, bulu akan rontok dan timbul area-area keropeng pada kulitnya. Hal itu, menurut Adi, bisa karena makanan atau sampo yang tidak cocok, sehingga menimbulkan kutu dan jamur.
Pada musim hujan seperti sekarang, menurut dokter hewan lain, Iwan Berri Prima, kucing biasa terserang flu. Gejalanya mirip seperti flu pada manusia. Seperti diawali bersin-bersin, demam, turunnya nafsu makan, lemah, lesu, dan mata merah berair. Berrimensinyalir penyakit cat flu atau flu kucing adalah penyakit hewan peliharaan yang cukup banyak saat ini. Penyebabnya adalah infeksi satu virus atau kombinasi beberapa virus, yakni herpes dan virus calici. “Akan menjadi fatal apabila telah terinfeksi bakteri,” ujar Wakil Direktur Advokasi Wahana Agrobisnis Peternakan Indonesia ini.
Nah, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, diperlukan perawatan rutin terhadap hewan peliharaan. Misalnya, Adi menuturkan, setelah membelai peliharaannya, kita dianjurkan mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik.
Hindari kebiasaan buruk seperti memberi makanan manusia kepada hewan peliharaan dan memakannya bersama hewan peliharaan. Menurut Adi, beberapa makanan justru mengakibatkan keracunan pada hewan. “Misalnya cokelat, yang bisa bikin anjing keracunan,” kata Adi. Jika hewan sakit, jangan pula asal memberi obat manusia. Karena ada beberapa obat yang tidak boleh diberikan.
Ada lagi pemilik yang gemar berlebihan mendandani hewannya, seperti memakaikan baju dan parfum. Padahal, menurut Adi, bau menyengat parfum malah membuat hewan batuk. Lagi pula hewan tidak akan merasa nyaman jika mengenakan baju.
Selain itu, tempat buang air harus dipisah dari toilet manusia. Misalnya, anjing sebaiknya buang air besar dan kecil di halaman luar, sedangkan untuk kucing bisa dibuatkan tempat khusus yang diisi pasir, yang banyak dijual di toko hewan peliharaan. Usahakan posisi kandang dan area hewan jauh dari ruang makan atau dapur, karena bulu-bulu rontok bisa masuk ke makanan.
Yang paling penting, Berri menekankan, jangan biarkan kucing memakan tikus atau daging mentah. Karena sangat mungkin daging mentah dan tikus telah terkontaminasi parasit toksoplasma. Jika kucing sudah menjadi carrier (pembawa parasit), otomatis kotorannya akan terkontaminasi.
Tip memelihara hewan peliharaan.
1. Mulai pemilihan yang teliti saat mencari atau membeli hewan peliharaan. Ketahui kejelasan asal-usulnya.
2. Jaga kebersihan hewan kesayangan. Mandikan minimal sepekan sekali.
2. Jika tidak sempat, bawa ke groomer (salon) hewan. Selain memandikan hewan peliharaan, groomer menyediakan perawatan gunting kuku dan merapikan rambut.
3. Beri vaksinasi, obat cacing, dan cek kesehatan secara rutin minimal tiga bulan sekali ke dokter hewan walau hewan tak sakit.
4. Berilah perhatian dengan meluangkan waktu bermain dengan hewan peliharaan.
5. Latih hewan kesayangan untuk tidak buang air sembarangan.
6. Beri makan dengan nutrisi cukup dan seimbang. Upayakan makanan khusus hewan, bukan makanan manusia.
7. Sediakan mainan khusus untuk hewan, seperti tulang atau bola. Untuk hewan seperti hamster, mainan khusus sangat baik untuk menjaga kebugaran
8. Jika hewan sakit, jangan tunda hingga parah. Segera hubungi dokter hewan.

read more

tips menjinakan predator 0 komentar

Tips menghadapi Cuaca Ekstrem, & Menjinakan Predator agar indukan Kenari tetap bisa produksi

Tips menghadapi Cuaca Ekstrem, & Menjinakan Predator agar indukan Kenari tetap bisa Produksi
Majalah Burung Pas.com warta elektronik online, News hari ini, Bagi peternak burung ocehan cuaca yang masih extrem merupakan suatu halangan dalam menangani masalah ternakannya. Meskipun hal ini menjadi suatu  hambatan di dalam menggelola ternak, tetapi bagi peternak kenari yang satu ini, Ia justru menerapkan tips-tips khusus agar kendala tersebut dapat di atasi.
Woko, salah satu peternak kenari di Bantul Yogyakarta, menerapkan jurus menghadapi cuaca ekstrem tersebut, langkah yang dia lakukan, indukan betinanya di berikan asupan makanan yang lebih bergizi dengan kadar potein yang tingggi pula, selain itu di dalam bok/kandang, suhu atau temperature di setel antara 30-33 celicus yang tepat.
Ia Juga menguraikan, Fungsi pemberian gizi dan protein yang tinggi, adalah hal yang sangat penting induknya, sebab dengan terpenuhinya gizi, indukan betina,sebelum mengeluarkan telur dapat terjaga staminanya, dengan demikian, tentu indukan akan tetap sehat, di samping hasil telur yang ada embrionya itu dapat berkembang saat mau di erami  “Kata Woko saat di cerca berbagai macam pertanyaan dari majalah burung pas.com ini.   
 TIPS MENJINAKAN PREDATOR AGAR TAK MENYERANG INDUK BETINA
Ketika media ini menanyakan hal yang selain menghadapi cuaca exstrem, peternak kenari ini, juga membeberkan, Di kandang ternaknya di lakukan perawatan dengan sebaik baiknya terutama saat pagi sekitar jam 7 perlu di lakukan semprotan disinfektan secara teratur.
Penyemprotan kandang juga di lakukan saat senja hari. Perawatan induk yang sedang produktif, Dia juga melakukan  tips agar kandang harus bersih dan serapi-rapinya agar predator tidak dapat menyerang induk tersebut.
Hama/Predator yang dapat di deteksi bentuknya sangat ganas, dan ini biasanya akan menyerang indukan, melalui dubur burung setiap saat, apalagi di kala cuaca yang tak menentu ini dan induk sedang masa prosuksi adalah incarannya Perlakuan menanggulangi predator yang berbentuk hewan kecil/lembut memang di perlukan ketelatenan agar peternak dapat membasmi hewan ini dan agar tidak dapat berkembang.
Hewan ini susah di lihat, namun saya pernah menganalisa dan melihat dengan memakai alat mikroskop, yang ternyata hewan itu sangat, menakutkan yang giginya aja runcing serta mujarap menyerang dubur si indukan betina “Ujar Woko kembali melontarkan pengalamannya.
PREDATOR PENGHISAP DARAH
Untuk mengincar si burung yang akan di hinggapi di duburnya, predator bekerja dengan gesit melalui celah- celah bulu dubur burung yang akan mengelurkan telurnya.
Penyerangan di jalan keluarnya telur ini, karena hewan ini adalah penghisap darah, selain hewan mini ini, juga suka hidup di kotoran burung, terutama di dubur burung yang sedang produksi. 
Berkaitan dengan telor yang akan di keluarkan induk betina, tentu bila kita pahami, telur itu kan ada sel- sel darah merah yang masih muda, makanya si hama tadi menunggu sampai keluar telurnya, namun menyerang indukan terlebih dahulu,  kemudian setelah itu baru  menyerang telur yang sedang di keluarkan induk.
Makanya tak usaha heran kenapa masa produksi justru tak berhasil, Oleh sebab itu pula, untuk mengatasi hal ini kiranya, peternak kenari seharusnya jangan menyalahkan cuaca, tetapi koreksi dulu, jangan malah lesu saat ada masalah, namun pahami dan basmi kutu yang menjadi hambatannya.

read more

tips cara budidaya lobster air tawar 0 komentar

Tips Cara Pembenihan Budidaya Lobster Air Tawar (LAT) Ala Fahdiansyah

Pembibitan lobster Fahdiansyah di 15 kolam semen di samping rumahnya dengan ukuran kolam 2x1 m2, 2x2 m2, dan 2x3 m2. yang diperlukan untuk melakukan pembibitan adalah induk yang berkualitas. Di Indonesia, untuk indukan lobster air tawar dijual per set dengan jumlaj lobster yang bervariasi. “Saya sendiri menjual 1 set indukan berisi 6 jantan dan 4 betina seharga minimal Rp. 320.000” tutur Fahdiansyah. Selain kolam semen, ia juga menyewa 6 buah kolam tanah di Ciampea Bogor, untuk membesarkan lobster.
Proses Pembenihan
Pembenihan bias dilakukan di dalam akuarium (ukuran 100x50x25cm) berisi 1 set indukan lobster atau kolam semen (ukuran 2x1m) berisi 5 set induk lobster. Semakin banyak jumlah set indukan lobster yang ditempatkan dalam satu kolam akan semakin bagus karena sifat lobster betina yang sangat selektif dalam memilih pejantan. Artinya , jika di dalam satu kolam terdapat banyak pejantan maka kemungkinan terjadinya perkawinan juga semakin besar. Ciri-ciri induk betina yang baik adalah ukuran kepala yang lebih kecil daripada ukuran badannya. Sebailiknya pejantan lebih bagus yang kepalanya lebih besar daripada badannya.
Selama 2-3 minggu akan terjadi proses perkawinan indukan. Tanda-tanda induk betina bertelur adalah ekornya melengkung hingga kaki pertamanya. Setelah terlihat tanda-tanda bertelur, pindahkan induk betina tersebut ke akuarium lainnya. Usahakan 1 akuarium (ukuran 100x50x25cm) berisi 1 induk betina dengan ukuran air 20-25cm. hal ini untuk menghindari pertengkaran antara lobster betina yang dapat mengakibatkan kerontokan telur.
Satu induk lobster betina bias menghasilkan 200-300 telur lobster. Proses pengeraman telur lobster membutuhkan waktu 30-35 hari. Untuk penetasan telur lobster, membutuhkan waktu 3-4 hari. Setelah telur menetas, segera ambil induknya. Jika induk tidak diambil lebih dari seminggu, induk akan memangsa anaknya sendiri.
Setelah induk dipisahkan dari anaknya, pisahkan induk dari lobster dewasa lainnya. Fahdiansyah mengatakan untuk proses perkawinan selanjutnya, sebaiknya tunggu lobster betina tersebut minimal 2 minggu atau sampai berganti kulit . waktu 2 minggu tersebut adalah waktu istirahat bagi lobster betina setelah bertelur. Induk lobster air tawar bias hidup sampai umur 3-4 tahun dengan panjang 20-25cm dan berat mencapai 0,5 kg. pada usia itu, lobster akan semakin banyak menghasilkan telur, bahkan jumlahnya bias mencapai ribuan. “semakin tua lobster, maka jumlah telurnya akan semakin banyak., karena badannya senakin besar, kuat, dan panjang” tambah Fahdiansyah.
Pemeliharaan Benih
Setelah telur menetas menjadi benih, sebulan kemudian pilah benih yang berukuran besar, sedang dan kecil. Setelah dipilah, pisahkan benih lobster tersebut sesuai ukurannya kemudian pindahkan dari akuarium ke kolam semen. Kolam semen lebih bagus untuk pembenihan karena naik turunnya suhu dalam kolam semen tidak terlalu drastis atau suhunya bias dijaga bila dibandingkan di akuarium. Suhu yang sesuai untuk benih lobster air tawar adalah 25-300C.
Untuk tambahan udara, berikan aerator ukuran sedang (8 titik udara) dalam kolam semen (ukuran 2x1m). Setelah 2 bulan, benih lobster yang perkembangannya bagus akan berukuran 2” (5cm) dan siap untuk dijual. Lamanya waktu usaha pembenihan secara keseluruhan sekitar 6 bulan dari mulai proses perkawinan indukan sampai umur benih mencapai 2 bulan. Resiko kematian benih saat pemeliharaan ini sekitar 20%.
Pakan yang cocok untuk benih lobster adalah pelet khusus lobster, sayuran (misalnya tauge dan wortel), dan protein segar (misalnya cacing sutera dan cacing beku). Untuk pembenihan lebih dianjurkan diberi pakan cacing karena kadar proteinnya lebih tinggi. Untuk sayuran, sebelum diberikan pada bibit lobster harus direndam dulu tanpa dicacah atu dipotong-potong.
Lobster adalah tipe hewan yang hidup di dasar kolam, sehingga semua makanan harus berada di dasar kolam. Jika makanan mengambang, lobster tidak akan memakannya. Dalam sehari, benih lobster diberi makan 2x, yaitu pada pagi hari (pukul 07.00-09.00) dan sore (pukul 17.00-20.00). porsi ideal untuk makan pagi 1 ekor lobster adalah ¼ sendok teh pelet dan untuk makan sore sebanyak ½ sendok teh. Untuk cacing sutera atau beku, biasanya 1 liter cacing bisa dihabiskan dalam waktu 1 minggu untuk 1000 benih lobster.
Pemberian pakan berupa cacing, sayur dan pelet bias dilakukan secara bergantian. Pelet yang biasanya digunakan Fahdiansyah adalah pelet merek Pokphand karena kadar proteinnya tinggi, yaitu sekitar 30%.
Pencegahan Penyakit Benih
Penyakit yang biasa menyerang benih lobster adalah parasit yang hidup di kepala dan badan lobster. Parasit tersebut berwarna putih susu dan bias berkembang biak di dalam tubuh dan kepala lobster. Ciri lobster yang terkena parasit adalah nafsu makannya berkurang dan tidak lincah sehingga bias mengakibatkan kematian.
Untuk mengatasi penyakit ini, Fahdiansyah biasanya merendam benih lobster yang terkena penyakit tersebut pada air garam dengan kadar garam 30 ppt (satuan kadar garam). Rendam benih lobster dalam air tersebut selama 10-14 hari dan setiap 3-4 hari sekali ganti air dengan air garam yang baru. Saat direndam, biasanya benih lobster akan melompat-lompat dan pada saat itulah telur parasit akan mati.
Yang harus diperhatikan dalam pembenihan lobster adalah pemberian makan dan kualitas air. Fahdiansyah biasanya mengganti air sebulan sekali, namun, penggantian air bias lebih cepat atau lebih lama dari yang diperlukan. Hal ini tergantung dari tingkat kotoran dalam air. Jika kadar kotoran sisa makanan lebih besar dibandingkan dengan kadar kotoran dari bibit lobster sendiri, maka air akan beracun. Ciri air yang telah beracun adalah warna air berubah menjadi keruh dan baunya tak sedap. Racun tersebut dihasilkan dari sisa makanan yang membusuk dalam air. Oleh sebab itu usahakan agar makanan selalu habis untuk sekali makan sehingga tidak meninggalkan sisa dalam air.
Pengemasan (Packing)
Benih lobster yang akan dikirim kepada konsumen biasanya dikemas dalam wadah Styrofoam berukuran 40x30cm yang bias memuat 1000 ekor lobster ukuran 2” (5cm). untuk mengemas benih lobster yang akan dikirim, pertama-tama isi styrofoam dengan botol berisi es batu yang diletakkan di bagian dasar wadah kemudian dibungkus Koran. Hal ini untuk menghndari lelehan es agar tidak terkena langsung pada benih lobster karena jika terlalu dingin, benih lobster akan mati. Kemudian letakkan benih lobster di atasnya lalu beri sekat berupa busa tipis basah yang telah diperas kemudian susun benih lobster lainnya di atas busa tersebut sampai dengan 5 lapisan. Styrofoam yang digunakan untuk mengemas benih, biasanya dibeli di daerah pelelangan di muara karang, Muara angke, dan muara kamal Jakarta utara.
Api Lobster Sukabumi
Lobster Air Tawar: Peluang usaha pembibitan dan pembesaran lobster air tawar sangat prospektif dan menjanjikan. Betapa tidak, ditelaah dari cara pembudidayaan yang tidak terlalu sulit serta modal yang dikeluarkan pun tidaklah terlalu besar. Kita bisa memulainya dalam skala rumahan untuk pembibitan dengan bermodalkan aquarium, sedangkan untuk pembesaran dapat dilakukan pada kolam semen, fiber, ataupun kolam tanah.

read more

sejarah perternakan di indonesia 0 komentar

Sejarah Peternakan Di Indonesia


Usaha peternakan di Indonesia telah dikenal sejak dahulu kala. Namun pengetahuan tentang kapan dimulainya proses domestikasi dan pembudidayaan ternak dari hewan liar, masih langka.
Adanya bangsa ternak asli di seluruh Indonesia seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ayam dan itik, memberikan petunjuk bahwa penduduk pertama Indonesia telah mengenal ternak sekurang-kurangnya melalui pemanfaatannya sebagai hasil perburuan. Dengan kedatangan bangsa-bangsa Cina, India, Arab, Eropa dan lain-lain, maka ternak kuda dan sapi yang dibawa serta bercampur darah dengan ternak asli. Terjadilah kawin silang yang menghasilkan ternak keturunan atau peranakan dipelbagai daerah Indonesia. Disamping itu, dalam jumlah yang banyak masih terdapat ternak asli. Dengan demikian terjadilah tiga kelompok besar bangsa ternak yaitu kelompok pertama asalah bangsa ternak yang masih tergolong asli, ialah ternak yang berdarah murni dan belum bercampur darah dengan bangsa ternak luar. Kelompok kedua adalah kelompok "peranakan", yaitu bangsa ternak yang telah bercampur darah dengan bangsa ternak luar. Kelompok ketiga adalah bangsa ternak luar yang masih diperkembang-biakan di Indonesia, baik murni dari satu bangsa atau yang sudah bercampur darah antara sesama bangsa ternak "luar" tersebut. Bangsa ternak demikian dikenal dalam dunia peternakan sebagai ternak "ras" atau ternak "negeri".

Pentahapan waktu didalam mempelajari sejarah usaha peternakan di Indonesia, disesuaikan dengan perjalanan sejarah, untuk melihat perkembangan usaha peternakan dalam kurun waktu suatu tahap sejarah. Didalam kurun waktu tersebut dapat dipelajari sejauh mana pemerintah dikala itu memperhatikan perkembangan bidang peternakan atau segi pemanfaatan ternak oleh penduduk diwaktu itu.
Sejarah usaha peternakan dibagi dalam dua tahap yaitu :
1). Zaman Kerajaan- Kerajaan Tua.
Di zaman kerajaan-kerajaan tua di Indonesia, usaha peternakan belum banyak diketahui. Beberapa petunjuk tentang manfaat ternak di zaman itu serta perhatian pemerintah kerajaan terhadap bidang peternakan telah muncul dalam pelbagai tulisan prasasti atau dalam kitab-kitab Cina Kuno yang diteliti dan dikemukakan oleh para ahli sejarah. Sangat menarik apa yang dikatakan oleh para ahli sejarah tentang kegunaan ternak di zaman-kerajaan Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram, Kediri, Sunda, Bali dan Majapahit. Ternak dizaman kerajaan-kerajaan tua ini telah memiliki tiga peranan penting dalam masyarakat dan penduduk, yaitu sebagai perlambang status sosial, misalnya sebagai hadiah Raja kepada penduduk atau pejabat yang berjasa kepada raja. Peranan kedua adalah sebagai barang niaga atau komoiti ekonomi yang sudah diperdagangkan atau dibarter dengan kebutuhan hidup lainnya. Dan peranan ketiga adalah sebagai tenaga pembantu manusia baik untuk bidang pertanian maupun untuk bidang transportasi.
(1). Tarumanegara.
Kerajaan yang berpusat di Jawa Barat ini telah memberikan perhatian terhadap ternak, terutama ternak besar. Hal ini terdapat pada prasasti batu. Pada upacara pembukaan saluran Gomati yang dibuat sepanjang sebelas kilometer, Raja Purnawarman yang memerintah Tarumanegara dimasa itu telah menghadiahkan seribu ekor sapi kepada kaum Brahmana dan para tamu kerajaan.
(2). Sriwijaya.
Salah satu kegemaran penduduk Sriwijaya adalah permainan adu ayam. Oleh karena itu ternak ayam sudah mendapat perhatian. Disamping itu ternak babi juga banyak dipelihara oleh penduduk. Sebagaimana kita tahu bahwa kerajaan Siwijaya sangat luas daerah kekuasaannya dimasa itu. Terdapat petunjuk bahwa ternak kerbau dan kuda sudah diternakkan diseluruh kerjaan Sriwijaya, ternak sapi baru terbatas di Pulau Jawa, Sumatera dan Bali.
(3). Mataram.
Ternak sapi dan kerbau adalah dua jenis ternak besar yang memperoleh perhatian raja-raja Mataram pada abad ke VIII Masehi. Kedua jenis ternak ini memiliki hubungan erat dengan pertanian, disamping perlambang status. Pada tulisan prasasti Dinaya diceritakan bahwa diwaktu persemian sebuah arca didesa Kanjuruhan dalam tahun 760 M, Raja Gayana yang memerintah Kerajaan Mataram dimasa itu telah menghadiahkan tanah, sapi dan kerbau kepada para tamu kerajaan dan kepada kaun Brahmana. Terlihat disini bahwa hadiah kerajaan dalam bentuk ternak, memiliki kesamaan dengan apa yang dilakukan oleh raja Purnawarman dari kerajaan Tarumanegara.
(4). Kediri.
Kediri adalah suatu kerajaan yang rakyatnya makmur dan sejahtera, karena kerajaan ini telah memajukan pelbagai bidang kehidupan termasuk peternakan. Hal ini terdapat didalam kitab Cina Ling-wai-tai-ta yang disusun oleh Chou-K'u-fei dalam tahun 1178 M. Dikatakan bahwa rakyat kerajaan Kediri hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan karena pemerintah Kerajaan memperhatikan dan memajukan bidang pertanian, peternakan, perdagangan dan penegakan hukum.
(5). Sunda.
Dimasa kerajaan Sunda, kita mulai mengetahui adanya tataniaga ternak. Hal ini disebabkan berkembangnya 6 kota pelabuhan didaerah kekuasaan Kerajaan Sunda, yaitu Bantam, Pontang, Cigede, Tamgara, Kalapa dan Cimanuk. Hasil pertanian termasuk peternakan sangat ramai. Semua ini diceritakan dalam buku petualang Portugis, Tome Pires. Dikatakan bahwa kemakmuran kerajaan Sunda terlihat dari hasil pertanian yang diperdagangkan dikota-kota pelabuhan, meliputi lada, sayur-mayur, sapi, sapi, kambing, domba, babi, tuak dan buah-buahan. Karena kerajaan Sunda juga memajukan kesenian dan permainan rakyat diwaktu itu, maka terdapat petunjuk bahwa permainan rakyat adu-domba telah berkembang dizaman kerajaan Sunda.
(6). B a l i.
Di zaman kerajaan Bali, kita mulai mengetahui adanya penggunaan tanah penggembalaan ternak atau tanah pangonan. Rakyat kerajaan Bali dizaman pemerintah raja Anak Wungsu (1049-1077 M), memohon kepada raja untuk dapat menggunakan tanah milik raja bagi tempat penggembalaan ternak, karena tanah milik mereka tak dapat lagi menampung ternak yang berkembang begitu banyak. Semua jenis ternak telah diternakkan oleh penduduk kerajaan Bali, yaitu kambing, kerbau, sapi, babi, kuda, itik, ayam dan anjing. Raja Anak Wungsu mengangkat petugas kerajaan untuk mengurus ternak kuda milik kerajaan (Senapati Asba) dan petugas urusan perburuan hewan (Nayakan). Dimasa kerajaan Bali inilah ternak sapi Bali yang sangat terkenal dewasa ini mulai berkembang dengan baik.
(7). Majapahit.
Di zaman kerajaan Majapahit kita mulai diperkenalkan dengan teknologi luku yang ditarik sapi dan kerbau. Penggunaan tenaga ternak sebagai tenaga tarik pedati dan gerobak meliputi ternak kuda, sapi dan kerbau. Hasil pertanian melimpah sehingga rakyat Majapahit hidup makmur dibawah pemerintahan raja Hayam Wuruk dan Maha Patih Gajah Mada.
Kerajaan-kerajaan di Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok dan Sumbawa, yang berada dibawah kekuasaan Majapahit juga meniru tehnik pertanian sawah dengan penggunaan tenaga ternak dari kerajaan Majapahit. Namun penggunaan ternak sebagai tenaga tarik sudah meluas keseluruh daerah kekuasaan Majapahit lainnya di Nusantara.
Menjelang berakhirnya kerajaan Majapahit belum terdapat petunjuk bahwa teknologi luku dengan ternak sapi dan kerbau sebagai tenaga tarik sudah masuk ke Kalimantan, Sulawesi dan Kepulauan Indonesia bagian timur lainnya. Maka dapatlah disimpulkan bahwa teknologi sawah dengan sapi dan kerbau sebagai penarik luku baru sempat disebarkan dipulau-pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok dan Sumbawa dizaman Majapahit.
Disamping penggunaan ternak dalam bidang pertanian, ternak gajah dan sapi adalah ternak "kebesaran", karena raja-raja Majapahit bila keluar istana dengan naik gajah kehormatan atau naik kereta kerajaan yang ditarik sapi, seperti yang ditulis dalam berita-berita Cina. Dengan demikian dapatlah dikatakan juga bahwa kereta kerajaan dengan kuda sebagai ternak tarik baru muncul pada kerajaan-kerajaan setelah zaman Majapahit.
(8). ZAMAN PENJAJAHAN.
Usaha peternakan dizaman penjajahan bangsa asing atas penduduk Nusantara, banyak terdapat dalam tulisan-tulisan yang berbentuk laporan maupun buku yang diterbitkan secara resmi. Pengaruh penjajahan dalam bidang peternakan banyak terdapat dalam masa penjajahan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie), masa pemerintahan Hindia Belanda dan Jepang. Laporan-laporan sejarah tentang pengaruh masa pemerintahan Inggris, Portugis dan bangsa lainnya terhadap bidang peternakan sampai saat ini belum banyak diketahui.
V.O.C.
Perhatian VOC lebih banyak ditujukan pada perdagangan rempah-rempah yang sangat mahal dipasaran Eropa. Dimasa VOC (1602-1799) usaha peternakan kuda lebih banyak memperoleh perhatian. Hal ini penting bagi VOC untuk kepentingan tentara "Kompeni" diwaktu itu. Pada masa itu kuda Arab dan Persia dimasukkan dan disilangkan dengan ternak kuda asli.
Dari laporan pemerintah Hindia Belanda diketahui, bahwa dalam masa VOC ternyata usaha peternakan kuda juga mendapat perhatian raja-raja dan sultan-sultan untuk kepentingan laskar kerajaan dan untuk kepentingan kuda tunggangan raja sewaktu berburu hewan. Yang terkenal adalah peternakan kuda milik Sultan Pakubuwono III di Mergowati yang terdiri dari kuda Friesland, didirikan pada tahun 1651 tapi ditutup pada tahun 1800.
Perdagangan Ternak.
Perdagangan ternak dan pemotongan ternak cukup ramai di zaman VOC, terutama dipulau Jawa. Perdagangan ternak antar pulau begitu ramai, karena dizaman itu transportasi laut masih dengan kapal layar yang tidak memungkinkan pengangkutan ternak dalam jumlah yang banyak.
Peraturan Peternakan.
Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah VOC yaitu larangan terhadap pemotongan kerbau betina yang masih produktif dalam tahun 1650. Peraturan ini mula-mula diberlakukan dipulau Jawa, tetapi kemudian juga meliputi daerah-daerah pengaruh VOC lainnya di Nusantara dan diperluas dengan larangan pemotongan sapi betina yang masih produktif. Peraturan ini mula-mula bermaksud untuk menjamin populasi ternak yang terus bertambah dan dengan demikian menjamin pengadaan daging bagi tentara Kompeni di Pulau Jawa. Dalam tahun 1776, peraturan ini ditambah dengan larangan pemotongan ternak kerbau betina putih yang masih produktif.
(9). HINDIA BELANDA.
Pada awal pemerintah Hindia Belanda, bidang peternakan belum banyak menarik perhatian selain usaha peternakan kuda sebagai kelanjutan dari kegiatan utama VOC dalam bidang peternakan, untuk kepentingan militer, pengangkutan kiriman pos dan untuk memenuhi kegemaran pembesar-pembesar Belanda dan kaum bangsawan sebagai ternak rekreasi dan perburuan hewan.
Selama abad kesembilan belas dan abad kedua puluh sampai berakhirnya pemerintahan Hindia belanda, beberapa kegiatan dalam bidang peternakan perlu dicatat, karena memiliki hubungan dengan perkembangan usaha peternakan di zaman pemerintah Indonesia.
Kegiatan dalam bidang peternakan di zaman Hindia Belanda dapat dikelompokkan ke dalam 10 jenis, ialah :
1. Peningkatan mutu ternak;
2. Pengadaan Peraturan-peraturan;
3. Pameran ternak;
4. Pembangunan taman-taman ternak;
5. Pembentukan koperasi peternakan;
6. Sensus ternak;
7. Pengamanan ternak;
8. Pengadaan sarana distribusi dan pemotongan;
9. Produksi sera dan vaksin.
10. Pendidikan dan penelitian.
1. Peningkatan Mutu Ternak.
Perkembangan ilmu pengetahuan dalam abad kesembilan belas, khususnya ilmu biologi dan mikrobiologi, ikut memberi pengaruh terhadap kegiatan dalam bidang peternakan. Pengaruh ilmu genetika yang dipelopori oleh Mendel (1822-1884) ikut mewarnai dunia peternakan, khususnya didalam kegiatan peningkatan mutu genetik ternak lokal di Nusantara. Demikian juga didalam bidang mikrobiologi yang dipelopori oleh Louis Pasteur (1822-1899) dan Robert Koch (1843-1920) mewarnai penanganan kesehatan ternak, produksi sera dan vaksin. Khususnya dalam bidang peningkatan mutu genetik ternak asli Nusantara, kegiatan persilangan dan seleksi dan penyebaran bibit ternak cukup banyak dilakukan.
Kuda - Persilangan antara ternak kuda asli dilakukan dengan mendatangkan kuda Arab dan Persia (1809) dan kuda Australia (1817). Dalam tahun 1870 dan 1880, kuda Australia didatangkan oleh pedagang ternak berkebangsaan Perancis dari kepulauan Mauritanius.
Untuk pulau Sumba hasil persilangan dengan kuda asli setempat, sangat terkenal dengan nama Kuda Sandel. Selain itu didirikan pusat-pusat pembibitan kuda di Cipanas (1820), Bogor (1938), Payakumbuh, Lubuk Sikaping dan Tarutung (1980), Padalarang
(1903), Padang Mangatas (1922), sebagai pengganti Payakumbuh yang ditutup pada tahun 1907, Malasaro Sulawesi Selatan (1874) dan pulau Rote (1841). Disamping itu di Cisarua-Bandung perusahaan swasta bibit ternak, "General de Wet" milik Hirchland dan Van Zyl yang didirikan pada tahun 1900, pada tahun 1921 ditunjuk sebagai rekanan bibit unggus kuda pemerintah.
Sapi - Keturunan Bos sondaicus yang semula tersebar dipulau Jawa, Madura, Sumatera, Bali dan Lombok, banyak memperoleh perhatian Pemerintah Hindia Belanda. Selama abad kesembilan belas, persilangan ditujukan terutama terhadap perbaikan mutu sapi Jawa, yang jumlahnya terbanyak, namun berbadan kecil sehingga kurang cocok untuk ternak kerja.
Pada tahun 1806 Kontrolir Rothenbuhler di Surabaya, melaporkan bahwa pedagang ternak di Jawa Timur telah mendatangkan sapi pejantan Zebu dari India untuk dipersilangkan dengan sapi Jawa. Dalam tahun 1812 tercatat sapi bangsa Zebu yang didatangkan adalah Mysore, Ongol, Hissar, Gujarat dan Gir untuk dipersilangkan sengan sapi Jawa. Walaupun persilangan antara sapi Jawa dengan bangsa sapi Zebu ini banyak memperlihatkan hasil yang baik, namun bukanlah suatu program resmi pemerintah Hindia Belanda, karena dalam abad ke sembilan belas belum ada dinas resmi yang menangani bidang peternakan. Impor sapi Zebu dari India tetap dilanjutkan oleh para pengusaha di Jawa Timur dari tahun 1878 hingga tahun 1897, disaat mana impor dihentikan, karena berjangkitnya wabah pes ternak di India. Pada waktu ini keturunan hasil persilangan telah banyak dengan bentuk tubuh yang lebih besar dari sapi Jawa.
Sementara itu dalam tahun 1889, Residen Kedu Selatan, Burnaby Lautier dengan bantuan dokter hewan Paszotta melancarkan aksi kastrasi secara besar-besaran terhadap ternak jantan lokal di Bagelen. Tujuannya, agar pejantan Zebu saja yang digunakan sebagai pemacak. Walaupun usaha ini ditentang oleh pemerintah pusat Hindia Belanda, pada tahun 1890 asisten residen Schmalhausen mengikuti jejak Lautier untuk daerah Magetan di Jawa Timur. Ia juga menganjurkan penanaman rumput benggala untuk makanan ternak. Usaha persilangan sapi Jawa dengan sapi Madura, dilaksanakan oleh kontrolir Van Andel, dibantu oleh dokter hewan Bosma, di daerah Pasuruan Jawa Timur pada tahun 1891-1892. Persilangan secara berencana dan besar-besaran barulah dilaksanakan setelah dinas resmi yang menangani bidang peternakan dibentuk pada tahun 1905 yaitu Burgelijke Veeatsenijkundige Diens (BVD) sebagai bagian dari Departemen van Landbaouw atau Departemen Pertanian. BVD telah melaksanakan peningkatan mutu sapi Jawa dengan pelbagai kegiatan ialah :
Peningkatan dengan pejantan Jawa
Dari tahun 1905 sampai 1911 dilakukan penyebaran sapi jantan Jawa yang baik ke daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam tahun 1911 usaha ini dihentikan, oleh karena para petani menginginkan ternak sapi yang lebih kuat dan lebih besar untuk ternak kerja.
Persilangan dengan Sapi Madura
Usaha ini sudah dimulai di akhir abad ke sembilan belas oleh Van Andel. BVD juga melanjutkan kegiatan persilangan ini di pulau Jawa sampai tahun 1921. Pada saat ini usaha ini dihentikan, karena kurang memenuhi harapan para petani terhadap ternak kerja.
Persilangan dengan Sapi Bali.
Penduduk Jawa Timur terutama di darha keresidenan Banyuwangi telah lama mengenal sapi Bali sebagai ternak kerja yang cukup baik. Usaha persilangan sapi Jawa dengan pejantan Bali dimulai tahun 1908 di Pulau Jawa. Tapi usaha inipun dihentikan pada tahun 1921, karena angka kematian sapi Bali dan keturunannya yang sangat tinggi oleh penyakit darah.
Persilangan dengan Sapi Zebu
Pengusaha perkebunan di Sumatera Timur telah banyak mendatangkan sapi Zebu untuk ternak penarik gerobak dan ternak perah di akhir abad kesembilan belas. Ternyata kemudian ternak sapi tersebut adalah sapi Hissar yang didatangkan ke Pulau Jawa pada tahun 1905 dan dinamai Sapi Benggala. Namun sapi Hissar yang tiba di pulau Jawa tidak memuaskan. BVD dalam tahun 1906 dan 1907 telah mendatangkan sapi Zebu dari India. Dokter hewan Van Der Veen yang diserahi tugas ke India, ternyata telah memilih Sapi Mysore, yang kurang memenuhi harapan karena kematian yang tinggi akibat penyakit piroplasmosis dan ternak jantannya sangat agresif.
Pada pembelian di tahun 1908 oleh BVD tiga bangsa sapi dipilih, ialah Ongol, Gujarat dan Hissar. ternyata Sapi Ongol berkembang baik di Pulau Jawa, Sapi Gujarat baik di pulau Sumba dan Sapi Hissar baik di pulau Sumatera. Pada tahun 1909 dan 1910 ternyata BVD memutuskan untuk lebih banyak membeli Sapi Ongol. Sampai tahun 1911 perkembangan sapi Ongol lebih baik, sehingga diputuskan memilih sapi Ongol untuk perbaikan mutu Sapi Jawa. Dari sinilah muncul untuk pertama kalinya Program Ongolisasi yang dimulai pada tahun 1915, disaat mana pembelian dari India dihentikan sama sekali. Semua ternak pembelian terakhir ditempatkan di pulau Sumba. Dikemudian hari ternyata Sapi Ongol dan Gujarat di Sumba berkembang sangat baik, sehingga pulau Sumba menjadi sumber bibit murni sapi Ongol dan Gujarat yang kemudian dikenal sebagai sapi Sumba Ongol (SO).
Persilangan dengan Sapi Eropa
Tiga bangsa sapi Eropa yang banyak digunakan untuk persilangan adalah Here ord, Shorthorn (Australia) dan Fries Holland (Belanda). Impor Sapi Hereford dan Shorthorn kemudian dihentikan karena berjangkitnya penyakit paru-paru ganas di Australia. Sapi Fries Holland sendiri banyak disilangkan dengan sapi Jawa dan sapi Ongol terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Karena keturunannya memiliki sifat yang baik.
Sumba Kontrak.
Salah satu bentuk penyebaran bibit ternak sapi Ongol di dalam program ongolisasi, ialah Sumba Kontrak.
Sumba Kontrak adalah penempatan dan penyebaran sapi bibit ongol di pulau Sumba yang dilaksanakan dalam bentuk meminjamkan 12 induk dan satu pejantan ongol kepada seorang peternak. Pengembalian pinjaman dilakukan oleh peminjam dengan mengembalikan ternak keturunan dalam jumlah, umur dan komposisi kelamin yang sama dengan jumlah ternak yang dipinjam, ditambah dengan satu ekor keturunan (jantan atau betina) untuk setiap tahun selama peternak belum melunasi pinjamannya. Untuk akad pinjaman ini, peternak menandatangani suatu kontrak dengan pemerintah, yang kemudian dikenal dengan Sumba Kontrak. Jumlah ternak awal disebut Koppel, sehingga kemudian hari muncul juga istilah Sapi Koppel. Sumba kontrak secara resmi dimulai pada tahun 1912.
Sistim penyebaran sapi bibit ini tidak hanya berlaku dipulau sumba, tapi diperluas ke pulau-pulau lain dan meliputi pelbagai jenis ternak : Sapi Bali, Sapi madura, Kambing, Domba dan Babi dengan jumlah ternak yang tidak sama untuk satu koppel.
Dalam masa dua puluh tahun (1920 - 1940) penyebaran ternak bibit, terjadi dua usaha penting yaitu :
- Penyebaran ternak bibit antar pulau dan antar daerah, yaitu penyebaran sapi Ongol dan peranakan Ongol dari pulau Jawa ke Sumbawa, Sulawesi, Kalimantan Barat dan Sumatera. Penyebaran sapi Bali dari pulau Bali ke Lombok, Timor, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Penyebaran sapi Madura ke pulau Flores dan kalimantan Timur.
- Penyebaran ternak bibit dan bibit tanaman makanan ternak secara lokal disekitar taman-taman ternak dipulau Jawa dan Sumatera.
K e r b a u.
Ternak kerbau lokal yang dikenal sebagai Kerbau Lumpur sudah sejak dahulu terdapat diseluruh nusantara. Dengan kedatangan bangsa India ke Sumatera, dibawa juga kerbau Murrah yang kini masih banyak terdapat didaerah Sumatera Utara dan Aceh.
K a m b i n g.
Kambing lokal atau kambing kacang telah ada di seluruh Nusantara. Didalam zaman Hindia Belanda didatangkan juga kambing bangsa India (Ettawah) yang merupakan kambing perah dan disebarkan hampir diseluruh pantai utara pulau Jawa.
Bebarapa bangsa kambing lain juga didatangkan yaitu : Saanen. Namun persilangan yang terkenal kini adalah kambing Peranakan Ettawah (PE).
D o m b a.
Ternak domba dibagi dua bangsa yang terkenal yaitu domba ekor gemuk dan domba lokal lainnya, yang tersebar diseluruh Nusantara. Semua bangsa domba ini adalah tipe daging. Dizaman Hindia Belanda didatangkan bangsa domba tipe wol misalnya Merino Rambo illet, Romney dan tipe daging misalnya Corridale dan Soffolk. Persilangan bangsa domba wol dan daging dengan domba lokal Priangan menghasilkan domba yang sangat terkenal diwaktu ini ialah domba Garut.
B a b i.
Ternak babi lokal tersebar diseluruh Nusantara.
Dizaman Hindia Belanda didatangkan babi ras bangsa Eropah yaitu York shire, Veredelde Deutchland Landras (VDL), Tamworth, Veredelde Nederlandsche Landras (VNL), Saddle Back, Duroc Jersey, Berk shire.
Sapi Perah.
Pada permulaan abad ke 20 telah dapat perusahaan sapi perah dipinggiran kota-kota besar di Jawa dan Sumatera. Kebanyakan perusahaan adalah milik bangsa Eropah, Cina, India dan Arab. Hanya sebagian kecil milik penduduk asli. Bangsa sapi perah yang ada ialah Fries Holland, Jersey, Ayrshire, Dairy Shorthor dan Hissar. Kemudian ternyata yang terus berkembang adalah fries Holland. Bangsa sapi Hissar masih terus diternakkan didaerah Sumatera bagian Utara dan Daerah Istemewa Aceh.
Ayam
Disamping ayam kampung, di zaman Hindia Belanda telah dipekenalkan ayam ras tipe petelur misalnya leghorn dan ayam ras tipe pedaging misalnya Rhode Island Red dan Australorp. Persilangan Autralorp dengan ayam kampung yang terkenal adalah Ayam kedu.
Itik
Di samping itik lokal, di zaman Hindia Belanda telah didatangkan bangsa itik Khaki Campbell dan itik Peking.
Bangsa itik lokal yang terkenal : adalah itik Tegal, itik Karawang dan itik Alabio.
Aneka Ternak
aneka ternak misalnya ternak kelinci, burung puyuh dan burung merpati, belum memperoleh perhatian pemerintah Hindia Belanda. Kelinci hanyalah digunakan di balai-balai penelitian sebagai hewan percobaab. disinilah asalnya istilah : Kelinci percobaan.
2. Pengadaan Peraturan.
Peraturan-peraturan yang diterbitkan selama masa Hindia Belanda, terbanyak setelah dibentuk badan resmi yang menangani bidang peternakan dalam tahun 1905. Semua peraturan tersebut dapat dikelompokan kedalam 4 kelompok, yaitu :
(1) Peraturan yang menyangkut pengaman ternak
(2) Peraturan yang menyangkut produksi, populasi dan sarana produksi ternak
(3) Peraturan yang menyangkut pemotongan ,pajak potong, distribusi, tata niaga dan sarana-sarana peternakan.
(4) Peraturan yang menyangkut bahan-bahan veteriner dan kesehatan masyarakat Veteriner.
3. Pameran Ternak
Pameran ternak diadakan untuk pertama kali di Blora (1876). Kemudian di Surabaya(1878), Blora(1887), Bandung(1899). Pada tahun 1906 secara resmi diadakan oleh BVD di Kebumen dan Bandung.Tujuannya lebih banyak bersifat penyuluhan kepada para peternak, sehingga ternak yang unggul dapat dijual atau dibeli dengan harga premium.
4. Taman Ternak
Taman ternak pertama didirikan di Karanganyar di desa Pecorotan pada tahun 1909, namun pada tahun 1912 dipindahkan ke desa Jiladri. Kemudian menyusul pendirian taman ternak di Bandar (1916), Purworejo(1918), Pengarasan Tegal(1920), Kedu Selatan, Rembang,Padang Mangatas(1922).
Taman ternak ini merupakan sumber ternak bibit dan sumber bibit makanan ternak. Beberapa pusat pembibitan ternak kuda dan sapi di Sumatra, kemudian juga diperluas menjadi taman ternak.
5. Koperasi Peternakan
Koperasi peternakan dianjurkan, terutama didalam pembelian pejantan bersama. Koperasi peternakan yang pertama didirikan di Salatiga, Kedu dan Tasikmalaya.
6. Sensus Ternak
Dalam tahun 1867 pemerintah di Jawa dan Madura diwajibkan mengadakan sensus ternak di daerahnya masing-masing. Sensus ternak secara resmi mulai diadakan pada tahun 1905.
7. Pengamanan Ternak
Pengaman ternak merupakan lanjutan dan perluasan kegiatan pemerintah VOC.
Sebelum BVD dibentuk pada tahun 1905, kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit, dilakukan oleh dokter-dokter hewan yang didatangkan sejak tahun 1820 sebagai penasehat pemerintah. Namun sejak BVD lahir, pencegahan dan pemberantasan penyakit secara resmi ditangani pemerintah Hindia Belanda.
8. Pengadaan Ternak
Sarana peternakan yang dimaksudkan disini adalah : tanah pangonan, pasar hewan, karantina, rumah potong hewan, kapal hewan.
9. Produksi Sera dan Vaksin
Produksi Sera dan Vaksin untuk ternak terutama diadakan oleh Balai Penyelidikan Penyakit Hewan yang didirikan di Bogor.
10. Pendidikan dan Penelitian
Sekolah dokter hewan pertama didirikan pada tahun 1860 di Surabaya, tapi karena kurang peminat, maka ditutup pada tahun 1875. Baru pada tahun 1907 dibuka kembali di Bogor. Sekolah Menengah Kehewanan didirikan di Malang dan Bogor. Pendidikan Mantri Hewan ditangani langsung oleh Jawatan Kehewanan diwaktu itu.
Penyelidikan Penyakit Hewan ditangani dengan dibangun Balai Besar Penyakit Hewan dan Balai Penelitian Peternakan di Bogor, Balai Penyelidikan Penyakit Mulut dan Kuku di Surabaya

read more

kekayaan alam didaerah kalimantan timur 0 komentar

Potensi Kekayaan Alam di Daerah Kalimantan Timur

kalimantan timur 159x200 Potensi Kekayaan Alam di Daerah Kalimantan TimurMengunjungi daerah Kalimantan Timur tentunya kita langsung teringat dengan salah satu sungai terpanjang di Indonesia, yaitu sungai Mahakam. Dengan luas wilayah hampir mencapai satu setengah kali luas pulau Jawa dan Madura, Kalimantan Timur memiliki kekayaan alam yang melimpah dan berpotensi besar untuk diangkat menjadi produk komoditas yang bernilai ekonomi tinggi.
Berbatasan langsung dengan Malaysia Timur (Sabah) di bagian utara, Selat Makassar dan Laut Sulawesi di bagian Timur, serta Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di bagian Selatan dan Barat, membuat Kalimantan Timur memiliki potensi bisnis daerah yang cukup beragam. Dari mulai potensi bisnis di bidang perkebunan, peternakan, hasil hutan, perikanan dan kelautan, sampai objek wisata alam, menjadi salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat umum di daerah Kalimantan Timur.
Sektor Perkebunan
Memiliki lahan budidaya non kehutanan seluas ± 6.520.622, 73 Ha, daerah Kalimantan Timur berhasil mengembangkan produk komoditas berupa karet, kelapa hybrida, kelapa sawit, kopi, lada, cengkeh, kakao, jarak, nira, serta beberapa tanaman farmasi, yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi di pasar lokal maupun pasar internasional. Dari seluruh kawasan budidaya non kehutanan yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, 4,7 juta Ha dikembangkan sebagai perkebunan kelapa sawit dan sisanya dipergunakan sebagai lahan perkebunan produk komoditas lainnya.potensi karet 200x200 Potensi Kekayaan Alam di Daerah Kalimantan Timur
Dari data yang kami peroleh, potensi pengembangan investasi sektor perkebunan pada tahun 2009 terdiri dari komoditi kelapa sawit seluas 530.554 Ha dengan hasil produksi sebanyak 2.298.185,50 ton, tanaman karet seluas 75.924,50 Ha dengan tingkat produksi 49.620,50 ton, lahan kelapa seluas 33.308,50  Ha dengan intensitas produksi 29.250 ton, tanaman kopi 15.254,5 Ha dengan hasil produksi 3.881 ton,  prospek cerah bisnis kakao 15.254,50  Ha dengan hasil produksi 24.134 ton, serta lada seluas 14.900 Ha dengan kuantitas produksi sebanyak 11.120,50 ton.
Sektor Peternakan
Untuk sektor peternakan, Provinsi Kalimantan Timur memiliki lahan seluas 732.586,07 Ha yang tersebar di seluruh kabupaten/kota yang ada di daerah tersebut. Dengan menyesuaikan kondisi Kalimantan Timur yang beriklim Tropika Humida, bisnis ternak yang cocok dikembangkan di wilayah tersebut meliputi pengembangan sapi perah, pembibitan dan penggemukan sapi, peternakan domba dan kambing, bisnis ternak ayam pedaging dan petelur, serta pengembangan industri pakan ternak.
Pada dasarnya sektor peternakan di daerah Kalimantan Timur masih memiliki peluang pasar yang cukup besar, kebutuhan daging dan telur di daerah tersebut belum bisa dipenuhi oleh pelaku usaha yang ada di sana. Sehingga untuk memenuhi permintaan yang cukup tinggi, masyarakat masih bergantung dengan pasokan daging dan telur dari pedagang daerah lain (seperti dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Bali).
Potensi perikanan dan Kelautan
Selain terdiri dari daratan yang sangat luas, Provinsi Kalimantan Timur juga memiliki wilayah perairan yang tidak kalah luas. Dengan kekayaan potensi hutan mangrove yang digunakan untuk mengembangkan teknik budidaya air payau, serta kekayaan laut yang menghasilkan sumber daya alam melimpah, ternyata memberikan keuntungan yang cukup besar bagi masyarakat setempat. Saat ini keberadaan hutan mangrove dimanfaatkan masyarakat untuk mengoptimalkan bisnis budidaya udang air payau, sedangkan untuk tangkapan hasil laut yang diperoleh masyarakat di Kalimantan Timur antara lain ikan kerapu, ikan tuna, ikan pari, teripang, dan masih banyak lagi potensi perikanan air tawar maupun hasil tangkapan laut lainnya.
Wisata Alam
Wisata alam di Kalimantan Timur yang kini mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara yaitu Kabupaten Berau. Di kabupaten tersebut, terdapat pulau-pulau kecil yang menyuguhkan panorama taman laut lengkap dengan aneka macam ikan hiasnya (seperti ikan duyung, kepiting kenari, penyu hijau, aneka jenis ubur-ubur, dan mutiara alam). Beberapa pulau yang bisa dikunjungi para wisatawan di Kabupaten Berau antara lain Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Menumbar, Pulau Kakaban, Pulau Semana, Pulau Sambit, Bakungan, Inaka, dan Pulau Maratua.
Disamping Kabupaten Berau yang terkenal dengan panorama taman bawah lautnya, ada juga kawasan hutan tropis Bukit Bangkirai yang menghadirkan keasrian alami hutan dan didukung dengan keindahan jembatan Tajuk dan beberapa jenis burung langka yang ada di Indonesia (seperti burung surga dan burung enggang). Tidak hanya itu saja rupanya pariwisata Kalimantan Timur, ada juga kawasan konservasi satwa orangutan yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sedikitnya terdapat enam pulau buatan yang khusus dibangun untuk melestarikan habitat orangutan yang jumlahnya semakin tahun semakin memprihatinkan.
Melimpahnya potensi kekayaan alam di daerah Kalimantan Timur menjadi modal utama bagi warga sekitar untuk mengembangkan berbagai macam peluang bisnis yang menjanjikan untung besar kedepannya. Dengan pemanfaatan yang tepat, diharapkan potensi-potensi yang ada di daerah tersebut bisa mengangkat perekonomian Daerah Kalimantan Timur dan menjadi sumber mata pencarian utama bagi warga sekitarnya.

read more
 

Author

Pengikut

Cari Blog Ini

Total Tayangan Halaman

Copyright © peternakan | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog